Kamis, 27 Feb 2020 10:57 WIB

Berisiko Sakit Jantung, Apa Beda Gejala pada Pria dan Wanita?

Faidah Umu Sofuroh - detikHealth
Sakit jantung Foto: Shutterstock
Jakarta -

Pada umumnya, penyakit jantung lebih banyak menyerang pria. Padahal, pada kenyataannya wanita pun memiliki risiko penyakit yang sama besarnya dengan pria. Hanya saja, perbedaan fisik, organ dan hormon antara pria dan wanita yang membuat gejala-gejala penyakit jantung pada wanita sering terlambat dikenali.

Sebelum mengenali gejala penyakit jantung secara khusus pada pria dan wanita, kenali dulu gejala umum dari penyakit jantung. Gejala umum dari penyakit jantung antara lain nyeri dada, pusing, perasaan tidak nyaman di bagian rahang, leher atau punggung, nyeri di bagian lengan atau bahu,
serta sesak napas.

Pria cenderung lebih mudah mengalami serangan jantung di usia yang lebih muda dibandingkan wanita. Beberapa ada yang tidak memiliki gejala sama sekali. Namun ada juga yang mengalami gejala-gejala yang terlihat nyata.

Melansir situs kesehatan, Web MD menyebutkan bahwa gejala serangan jantung pada pria seperti nyeri dada yang kemudian melebar ke bahu, leher, lengan atau rahang, lalu bisa juga sesak napas, berkeringat tanpa sebab, gangguan pencernaan, pusing, hingga pingsan.

Berbeda dengan pria, menurut salah satu dokter spesialis penyakit dalam, wanita mungkin mengalami serangan jantung tanpa mengalami nyeri dada sama sekali. Namun, ada gejala lain seperti nyeri di bagian perut, mual atau muntah, dan muncul gejala seperti sakit maag. Setelah menopause, risiko serangan jantung pada wanita akan meningkat.

Untuk mengurangi risiko penyakit jantung, kamu harus mengetahui cara menjaga kesehatan jantung. Mulai dari melakukan gaya hidup sehat, bersih, aktif berolahraga, dan tidak merokok. Kamu juga perlu menghindari atau mengurangi konsumsi makanan berkolesterol tinggi seperti junk food, daging olahan, mentega, seafood, dan sebagainya.

Sebab, kadar kolesterol yang tinggi bisa menghambat aliran darah ke jantung. Apabila terjadi penyumbatan total maka akan mengakibatkan serangan jantung. Untuk membantu turunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, kamu bisa minum Nestle ACTICOR.

Nestle ACTICOR merupakan minuman untuk menurunkan kolesterol yang mengandung susu dengan serat pangan larut Beta Glucan dan Inulin. Kandungan Beta Glucan dan Inulin teruji klinis mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Beta Glucan dan Inulin juga mampu memperbaiki profil LIPID dengan mempengaruhi LIPID dan asam empedu. Nestle ACTICOR juga terbuat dari bahan alami, rendah lemak dan rasanya pun sangat enak. Ada 4 varian rasa, antara lain avocado, chocolate, green-tea latte, dan banana. Tak hanya itu, Nestle ACTICOR juga bisa menjadi sumber vitamin B1 dan B2. Nestle ACTICOR baik dikonsumsi oleh orang dewasa yang peduli akan kesehatan tubuh.

Buat kamu yang suka minuman dingin, Nestle ACTICOR juga bisa dikonsumsi dikombinasikan dengan es batu atau diminum dalam kondisi dingin. Untuk hasil yang optimal, Nestle ACTICOR dianjurkan untuk diminum 2x sehari setelah makan.

Dengan Nestle ACTICOR, kamu bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Jika kolesterol jahat turun, maka akan mengurangi risiko terkena penyakit kolesterol yang jadi pemicu penyakit jantung. Mulai hari ini, yuk minum Nestle ACTICOR setiap hari.

(prf/ega)