Kamis, 27 Feb 2020 12:44 WIB

AS Lakukan Uji Coba Pertama Obat COVID-19 Pada Manusia

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Ilustrasi ilmuwan yang sedang meneliti obat antivirus COVID-19. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Sejauh ini belum ada obat atau vaksin untuk virus corona COVID-19. Para ilmuwan di berbagai negara pun berlomba-lomba untuk membuat antivirus dari penyakit ini.

Terkait hal tersebut belakangan peneliti di Amerika Serikat disebut akan segara melakukan pengujian pertama obat COVID-19 pada manusia. Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah obat ini akan berfungsi atau tidak untuk menyembuhkan seseorang dari infeksi COVID-19.

Dikutip dari CNN, obat yang digunakan dalam pengujian adalah remdesivir. Pengujian akan dilakukan di University of Nebraska Medical Center, Omaha.

Peserta pertama dalam pengujian obat ini adalah seorang warga negara Amerika Serikat yang telah dievakuasi dari kapal pesiar Diamond Princess, Jepang.

Remdesivir sebelumnya sempat diuji pada manusia untuk penyakit Ebola, MERS, dan SARS. Obat ini pun telah diuji klinis di China dan telah dikembangkan oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS untuk mengetahui adanya kecocokan dalam penyembuhan seseorang dari COVID-19.

"Peserta dalam kelompok pengobatan akan diberikan 200 miligram remdesivir secara intravena (pemberian obat melalui infus) ketika mereka sudah terdaftar dalam penelitian ini. Mereka akan menerima 100 miligram lagi selama mereka di rawat di rumah sakit, hingga total 10 hari," tulis National Institutes of Health dalam rilis berita.



Simak Video "Ratusan Juta Vaksin Virus Corona Diprediksi Siap Akhir 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)