Kamis, 27 Feb 2020 16:12 WIB

Cara Praktis Penuhi Kebutuhan Serat Harian di Tengah Aktivitas Padat

Akfa Nasrulhak - detikHealth
makan buah Foto: iStock
Jakarta -

Serat menjadi salah satu asupan yang penting dikonsumsi sehari-hari karena bisa membantu melancarkan sistem pencernaan. Bahkan serat juga berfungsi sebagai pengikat lemak, gula, dan kolesterol dari makanan yang dikeluarkan melalui kotoran.

Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline menjelaskan jumlah serat asupan serat yang optimal bervariasi berdasarkan jenis kelamin, usia, dan status kehamilan seseorang. Namun, Akademi Nutrisi dan Diet di Amerika merekomendasikan 25 gram per hari untuk wanita dewasa, 38 gram serat per hari untuk pria dewasa.

"Untuk mereka yang telah berusia 50 tahun disarankan (mengonsumsi serat) 21 gram khusus wanita dan 30 gram bagi pria. Kemudian, wanita hamil atau menyusui setidaknya 28 gram serat per hari," jelas dr Adeline kepada detikHealth, baru-baru ini.

Namun sayangnya, berdasarkan data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, pada tahun 2013 penduduk Indonesia di atas 10 tahun sebanyak 93,5% di antaranya tidak mengonsumsi sayur dan buah. Di mana 9 dari 10 penduduk Indonesia (usia lebih dari 10 tahun) hanya mengonsumsi 7 gram serat per hari.

Padahal, banyak sekali manfaat serat untuk tubuh kita. Serat akan berpengaruh pada pemakaian glukosa, sekresi insulin dan pemakaian glukosa oleh sel hati. Kita harus memperbanyak mengonsumsi serat yang juga akan membantu tubuh dalam menyerap kolesterol jahat dan menyerap racun yang terdapat dalam makanan.

"Serat makanan berpengaruh dapat mengikat kolesterol dan asam empedu sehingga berpengaruh pada sirkulasi enterohepatik kolesterol. Dalam usus besar, serat dapat dimetabolisme oleh bakteri kolon dan dapat menghasilkan asam lemak rantai pendek yang dapat menghambat mobilisasi asam lemak dan mengurangi glukoneogenesis," jelasnya.

Adapun sumber serat, lanjut dr Adeline bisa didapatkan dari makanan seperti sayuran dan buah yang kita makan atau disebut serat kasar (crude fiber). Selain serat kasar, terdapat juga serat makanan yang tidak hanya terdapat pada sayur dan buah, tetapi juga ada dalam makanan lain misalnya beras, kentang, kacang-kacangan dan umbi-umbian. Serat dalam makanan umumnya disebut sebagai dietary fiber yang sangat baik untuk kesehatan manusia.

Karena itu, mulailah dengan cara menambah porsi sayur dan buah ke dalam piring makan untuk mencukupi kebutuhan serat agar saluran pencernaan manusia bekerja lebih optimal. Meski begitu, rutin mengonsumsi buah dan sayur bukan berarti asupan serat sudah terpenuhi dengan baik.

Misalnya 1 buah pisang dapat mengandung 2,63 gram. Sementara jeruk 3,14 gram, apel 3,3 gram, 1 mangkuk pepaya 2,52 gram, 1 iris semangka 0,8 gram, 1 iris melon 0,5 gram, dan jambu biji mengandung 5,4 gram.

Namun seringkali asupan serat terlupakan, terutama bagi yang memiliki aktivitas padat. Karena itu cara lainnya untuk memenuhi asupan serat dengan cara yang praktis dan nikmat adalah mengonsumsi Nutrive FiberShot.

Minuman tinggi serat ini diformulasikan mengandung 16 sari buah dan sayur untuk membantu memelihara saluran pencernaan. Buah dan sayur yang dipilih tidak hanya mengandung serat, namun vitamin dan mineral bagi kesehatan tubuh. Dengan mengonsumsi 2 botol Nutrive FiberShot dapat membantu memenuhi kebutuhan serat hingga 10 gram sehingga dapat membantu menjaga fungsi pencernaan tubuh kita.



Simak Video "Meski Kasus Melandai, Satgas Covid-19 Ingatkan Pandemi Belum Berakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)