Jumat, 28 Feb 2020 16:00 WIB

Ilmuwan China Klaim COVID-19 Memiliki Mutasi Mirip HIV

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
COVID-19: Cina Laporkan Infeksi Baru Terendah, Dunia Masih Khawatir Ilustrasi ilmuwan dari China yang sedang meneliti COVID-19. (Foto: DW (News))
Jakarta -

Hingga kini virus corona COVID-19 masih dipelajari oleh para ilmuwan di berbagai negara. Berbagai macam studi pun telah dilakukan dan salah satunya yang paling terbaru mengatakan COVID-19 memiliki mutasi 'mirip HIV' lantaran kemampuannya dalam mengikat sel manusia.

Dikutip dari Metro, studi terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Nankai, China, mengatakan COVID-19 memiliki kemampuan menginfeksi sel hingga 1.000 kali lebih kuat daripada SARS.

Dalam penelitian tersebut para ilmuwan mengatakan ketika seseorang terkena SARS, virus itu hanya akan menyerang protein angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) yang berada di dalam membran sel. Sedangkan COVID-19 justru menginfeksi furin, yaitu enzim yang sama diserang oleh HIV dan Ebola.

"Temuan ini menunjukkan bahwa 2019-nCoV (COVID-19) mungkin sangat berbeda dari virus corona SARS dalam hal infeksi," tulis peneliti dalam studi.

"Virus ini menyerang dengan cara mekanisme seperti virus lain yaitu HIV," tuturnya.



Simak Video "WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)