Sabtu, 29 Feb 2020 10:05 WIB

RI Masih Bebas Corona! Kemenkes Periksa 143 Spesimen, Semuanya Negatif

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Dokter Spesialis Paru-Paru RS PMI Bogor Nancy Sovira (kiri)  menyemprotkan antiseptik pada warga saat sosialisasi pencegahan virus Corona di Kota Tua Penagi, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/2/2020). Sosialisasi kesehatan tersebut sebagai bentuk kepedulian bagi warga yang tinggal berjarak sekitar satu kilometer dari tempat diobservasinya 238 WNI pascaevakuasi dari Wuhan, Hubei, China yang memasuki hari kelima dalam keadaan sehat dan baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Belum ada kasus positif covid-19 di Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja menaikkan status penyebaran virus corona di ranah global menjadi level tertinggi. Meski telah ditemukan di lebih dari 50 negara, di Indonesia sendiri hingga kini spesimen yang diperiksa seluruhnya dinyatakan negatif.

"143 semua negatif, spesimen dikirim dari 44 RS di 22 Provinsi," tutur Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr Achmad Yurianto, saat dihubungi detikcom, Sabtu (29/2/2020).

dr Yuri, sapaannya, mengatakan jumlah tersebut diperoleh dari daftar orang dalam pengawasan, atau semua orang masuk dari Indonesia yang berasal dari negara konfirmasi positif virus corona, yang dinyatakan sakit. Dari ribuan pendatang, kalau mengalami sakit yang mengarah pada gejala virus corona maka dilakukan pemeriksaan laboratorium dan pengecekan spesimen.

Belakangan juga banyak yang mempertanyakan alasan pasien dalam pengawasan yang diperiksa spesimennya oleh Balitbangkes terbilang sangat sedikit dibandingkan negara lain. Menanggapi, dr Yuri menyebut pemeriksaan spesimen hanya dilakukan kepada mereka yang menunjukkan gejala tidak pada semua pendatang.

"Balik lagi kan, itu kan pemantauan orang yang sakit. Apa orang disuruh sakit, he kamu sakit kalau ngga sakit awas ya. nah kan bingung sendiri to," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal Ad5-nCov, Vaksin Corona untuk Antibodi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)