Sabtu, 29 Feb 2020 18:00 WIB

Hoax Virus Corona Merajalela, Kenapa Orang Mudah Percaya Berita Bohong?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ilustrasi hoax Kenapa orang masih mudah percaya hoax? (Foto: Ilustrator: Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta -

Sejak awal kemunculan wabah virus corona, begitu banyak hoax atau berita bohong yang beredar di masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Informasi RI mencatat hingga kini lebih dari 50 pesan berantai yang berisikan hoax beredar di masyarakat. Meski informasi tersebut sudah sering diluruskan dan masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya, tetap banyak yang termakan berita hoax.

Ketua Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI), Dr Mahesa Pranadipa, MH, mengatakan sebenarnya ada alasan mengapa masyarakat sangat mudah untuk terpapar hoax atau berita bohong. Bahkan telah banyak penelitian yang membahas terkait hoax yang mudah dipercaya masyarakat.

"Daniel Kahneman bilang gini ada sebagian dari otak manusia itu berpikir sangat lambat dan tidak logis, bagian otak ini dapat dimanipulasi," kata Mahesa, di Hotel Santika Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Sabtu (29/2/2020).

"Tapi ada bagian otak lain yang berpikir skeptis, kritis, tapi dia (Daniel) punya catatan di mana otak yang berpikir kritis ini cepat lelah, jadi jarang dipakai oleh bagian otak," lanjutnya.

Selain faktor kerja otak, Mahesa menyebut mudah tidaknya seseorang percaya pada berita bohong juga bisa dipengaruhi faktor genetik. Untuk bisa terbebas dari hoax, kita perlu melatih diri dengan tidak mudah percaya pada berita yang beredar terlebih bila sumbernya tidak valid.

"Untuk melawan hoax itu harus dilatih dan diedukasi, makanya mengapa orang diajarin untuk mencari sumber yang valid dan banyak membaca literasi," pungkasnya.



Simak Video "Bahaya Berita Hoax soal Kesehatan, Termasuk Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)