Senin, 02 Mar 2020 05:30 WIB

5 Hoax Seputar Corona, Zona Kuning hingga 136 Pasien Dalam Pengawasan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sosialisasi dan edukasi pencegahan virus corona dilakukan di Stasiun Gambir, Jumat, (31/1/2020). Berikut foto-fotonya. Hoax seputar virus corona bermunculan di media sosial (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Hoax seputar virus corona COVID-19 terus saja bermunculan. Ada yang informasinya benar-benar salah, ada juga berita yang tidak lengkap sehingga memicu salah persepsi dan kepanikan.

Sepanjang akhir pekan, sedikitnya ada 5 hoax seputar virus corona yang beredar luas di media sosial. Penjelasan masing-masing terangkum berikut ini:

1. Hoax zona kuning virus corona

"Btw ini info Corona per 28 Februari 2020. Info dari Kemenkes juga ada 6 kota zona kuning Corona: Medan, Batam, Jakarta, Surabayo, Bali, dan Manado," demikian bunyi pesan berantai yang beredar di media sosial dan grup-grup layana pesan singkat.

Kementerian Kesehatan menegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang zona kuning sebagaimana dimaksud. Sejauh ini, Kemenkes melakukan upaya pencegahan masuknya virus corona di 135 titik yang merupakan pintu masuk udara. Dipastikan, informasi tentang 6 zona kuning adalah HOAX.

2. 'Hoax' 136 pasien RI dalam pengawasan virus corona

Berawal dari sebuah judul berita, sejumlah tokoh membagikan informasi yang 'bikin kaget'. Informasi tersebut menyebut ada 136 pasien dalam pengawasan virus corona di Indonesia.

"Astagfirullah BIKIN KAGET! Ada 136 Pasien dalam Pengawasan Virus Corona di #Indonesia - DKI Jakarta 35 orang, Bali 21 orang, Jateng 13 Orang, Kepri 11 orang, Jabar 9 orang, Jatim 10 orang, Banten 5 oang, Sulut 6 orang, Jogya 6 orang, Kaltim 3 orang," tulis seorang tokoh, dalam cuitan yang belakangan telah dihapus dengan disertai penjelasan.

Informasi ini tidak sepenuhnya salah, tetapi memicu kesalahpahaman. Kementerian Kesehatan meluruskan, yang dimaksud 'dalam pengawasan' tidak lain adalah 'suspek' dan tidak berarti 'positif terinfeksi virus corona COVID-19'. Sebelum berstatus dalam pengawasan, pasien yang datang dari negara terjangkit disebut 'dalam pemantauan'.

Hingga Sabtu (29/2/2020), Kementerian Kesehatan telah memeriksa 143 sampel spesimen dari 44 RS di 22 provinsi dan hasilnya semua negatif.

3. 'Hoax' 32 pasien di DKI dalam pengawasan

Sebuah foto yang menampilkan slide presentasi Dinkes DKI mendadak viral di media sosial. Tertulis dalam slide tersebut, ada 115 orang dalam pemantauan dan 32 orang dalam pengawasan virus corona. Banyak yang mengartikan sudah ada kasus positif di DKI, lalu kepanikan menyebar.

"Pada slide tersebut yang dimaksudkan dengan 'kasus COVID-19' adalah menunjukkan pasien dengan dugaan awal COVID-19 karena memiliki gejala dan riwayat perjalanan dari negara terjangkit," jelas Dinkes DKI dalam klarifikasinya.

Seperti pada hoax sebelumnya, yang dimaksud dengan dalam pengawasan tidak lain adalah suspek. Angka tersebut juga bukan dalam satu waktu, melainkan akumulasi. Singkatan PE dalam slide tersebut adalah Penyelidikan Epidemologi.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "WHO Tak Henti Keluarkan Peringatan soal Corona"
[Gambas:Video 20detik]