Selasa, 03 Mar 2020 10:30 WIB

Punya Jenggot dan Brewok, Efektivitas Masker Tangkal Corona Terpengaruh

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
The hands of young barber making haircut of attractive bearded man in barbershop Brewok terlalu tebal bikin masker tak terpasang sempurna (Foto: iStock)
Jakarta -

Menumbuhkan rambut wajah seperti kumis, jenggot dan brewok ternyata bisa meningkatkan risiko terkena virus corona COVID-19. Sebab penggunaan masker menjadi tidak maksimal, lantaran terhalang oleh rambut di wajah.

Dikutip dari Daily Mail, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan rambut di wajah tidak akan bisa menyaring partikel kecil seperti virus.

Faktanya, penelitian yang dilakukan oleh CDC menunjukkan bahwa seseorang yang merawat rambut di wajahnya ketika mengenakan masker akan berisiko mengalami kebocoran 20 hingga 1.000 kali lebih banyak terpapar virus dibandingkan dengan mereka yang mencukur bersih kumis, jenggot dan brewoknya.

Infografis dari CDC pun menunjukkan perbedaan gaya rambut di wajah dapat memengaruhi penggunaan masker pada setiap orang. 12 model rambut pun direkomendasikan agar penggunaan masker menjadi lebih efektif, seperti clean shaven, soul patch, side whiskers, pencil, toothbrush, lampshade, Zorro, Zappa, walrus, painter's brush, Chevron dan handlebar.

Masker memang menjadi salah satu cara untuk mencegah penularan COVID-19, tetapi bila penggunaannya tidak tepat maka akan menjadi percuma dan justru meningkatkan risiko terinfeksi virus ini.

Berbagai jenis brewok dan pengaruhnya pada efektivitas masker.Berbagai jenis brewok dan pengaruhnya pada efektivitas masker. Foto: CDC


Simak Video "Isu Konspirasi Jadi Ganjalan Relawan Saat Informasikan soal COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)