Selasa, 03 Mar 2020 13:20 WIB

Gegara Virus Corona, Dunia Mulai Ubah Kebiasaan Jabat Tangan

Firdaus Anwar - detikHealth
Cegah Penularan Corona, Negara-Negara Ini Ubah Cara Memberi Salam Negara-negara berusaha mengubah kebiasaan memberi salam dengan berjabat tangan. (Foto: iStock)
Jakarta -

Jabat tangan atau salaman dikenal sebagai gestur umum yang sudah menjadi tradisi untuk menyambut atau berpisah dengan orang lain. Belakangan kebiasaan ini dikabarkan mulai dihindari di beberapa daerah akibat wabah virus corona COVID-19 yang melanda.

Dikutip dari The Guardian, orang-orang di berbagai negara mulai mencari alternatif jabat tangan untuk meminimalisir kontak fisik dengan orang lain. Berikut beberapa contohnya:

1. China

Beberapa papan pengumuman di China merekomendasikan orang-orang mengganti jabat dengan dengan gestur tradisional gong shou (tangan terkepal di telapak tangan lainnya). Dengan demikian orang-orang bisa menjaga jarak sambil tetap menjaga sopan santun.

2. Australia

Menteri Kesehatan New South Wales, Brad Hazzard, meminta agar orang-orang tidak berjabat tangan. Menurutnya sudah cukup saling bersapa dengan tepukan lembut di punggung.

3. Iran

Di negara yang terkena dampak cukup berat karena virus corona, viral sebuah video yang menunjukkan dua pria saling bersapa dengan kakinya. Dalam video mereka mengganti jabat tangan dengan saling mengetuk kaki.

4. Prancis

Di Prancis ramai imbauan agar orang-orang tidak berjabat tangan atau mencium pipi, sebuah gestur sapaan yang lazim di sana. Ahli gaya hidup setempat Philippe Lichtfus menyebut menatap langsung mata orang lain untuk saat ini sudah cukup jadi gestur sapaan.

5. Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab dan Qatar menyarankan warganya berhenti melakukan gestur sapaan tradisional sentuhan hidung hingga jabat tangan. Sebagai gantinya orang-orang disarankan bersapa cukup dengan lambaian tangan.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)