Selasa, 03 Mar 2020 14:26 WIB

Jahe-Temulawak Bukan Penangkal Virus Corona, Tapi Bisa Jaga Imun Tubuh

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Penyebaran Novel Coronavirus (2019-nCoV) telah meluas ke sejumlah negara, termasuk Kamboja. Para siswa pun diimbau kenakan masker saat beraktivitas di sekolah. Curcumin dalam jamu diklaim bisa menangkal virus corona COVID-19 (Foto: AP Photo/Heng Sinith)
Jakarta -

Sebelum munculnya kasus virus corona COVID-19 yang terkonfirmasi positif di Indonesia, beredar soal penggunaan temulawak untuk menangkal virus corona COVID-19. Namun baru-baru ini, ahli menegaskan hal tersebut keliru.

Menanggapi hal ini, dr Syahrizal Syarif, MPH, PhD, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesehatan, menjelaskan temulawak tidak bisa diartikan sebagai penangkal virus corona COVID-19.

"Memang bisa untuk meningkatkan imunitas, daya tahan tubuh, tapi jangan jadi diartikan bisa mencegah virus corona COVID-19, tidak seperti itu," jelasnya saat ditemui di Gedung Mochtar, Universitas Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020).

Menurutnya sampai saat ini belum ada riset terkait penggunaaan temulawak yang bisa membuat tubuh menjadi 'kebal' virus corona COVID-19. Selama belum ada uji klinis, temulawak tidak bisa dikategorikan sebagai bahan alami untuk menangkal virus corona COVID-19.

"Kalau ada uji klinisnya baru bisa kita katakan iya. Tetapi yang sering terjadi klaim manfaatnya yang berlebihan ini jadi disalahartikan seperti bisa untuk menangkal virus corona COVID-19," tambahnya.



Simak Video "WHO Sebut 3 Tempat yang Mudah Tularkan Virus Corona "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)