Virus corona baru COVID-19 bisa dicegah dengan menjaga imunitas tubuh. Baru-baru ini berhenti merokok juga dikaitkan sebagai salah satu upaya pencegahan tertular virus corona COVID-19. Benarkah begitu?
Menurut dr Syahrizal Syarif, Ketua Bidang Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), kebiasaan merokok sama sekali tidak ada hubungannya dengan risiko lebih mudah tertular virus corona COVID-19.
"Ndak ada hubungan antara merokok dengan risiko tertular. Merokok berhubungan dengan penyakit tidak menular, jantung, paru kronis," ungkapnya saat dihubungi detikcom, Selasa (3/3/2020).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, anggapan terkait berhenti merokok bisa mencegah virus corona COVID-19 bisa juga dikaitkan dengan daya tahan tubuh. Hal ini antara lain ditegaskan oleh dr Diah Handayani, SpP, dari RS Paru Persahabatan.
Dalam wawancara beberapa waktu lalu, dr Diah menjelaskan bahwa berhenti merokok bisa meningkatkan imunitas. Saat berhenti merokok, imunitas seseorang meningkat dan disebut bisa mencegah tertular virus corona baru COVID-19.
"Karena berhenti merokok juga meningkatkan imun. Jadi juga menjauhkan kita dari virus, termasuk dari virus corona dan juga menghindarkan dari risiko kanker," ungkap dr Diah kepada detikcom beberapa waktu lalu.
(naf/up)











































