Selasa, 03 Mar 2020 18:05 WIB

Ubah Kebiasaan Salaman Bisa Cegah Virus Corona? Ini Kata Vaksinolog

Firdaus Anwar - detikHealth
Cegah Penularan Corona, Negara-Negara Ini Ubah Cara Memberi Salam Beberapa negara mengimbau ubah cara memberi salam demi cegah virus corona. (Foto: iStock)
Jakarta -

Beberapa negara dilaporkan mulai mengimbau warganya meninggalkan kebiasaan jabat tangan atau salaman. Hal ini dilakukan untuk mencegah virus corona COVID-19 yang disebut bisa menular lewat kontak fisik.

China misalnya merekomendasikan gestur tradisional gong shou (tangan terkepal di telapak tangan lainnya), sementara Uni Emirat Arab menyarankan gestur sentuhan hidung diganti lambaian tangan, dan Australia mendorong gestur tepukan lembut di punggung.

Apakah berbagai alternatif salaman tersebut efektif untuk cegah virus corona?

Vaksinolog dr Dirga Sakti Rampe, MSc, SpPD, dari OMNI Hospitals Pulomas menjawab kemungkinannya bisa saja. Menurut dr Dirga salaman memang bisa menyebarkan virus apalagi bila seseorang jarang cuci tangan dengan sabun.

"Tangan manusia itu kan kotor. Jutaan bakteri atau virus ada di tangan kita. Tangan kotor lalu pegang mata, hidung, atau mulut, masuk deh virus atau bakterinya," kata dr Dirga pada detikcom, Selasa (3/3/2020).

"Jadi ada betulnya bahwa jabat tangan meningkatkan kemungkinan penyebaran kuman. Berarti setelah jabat tangan harus langsung cuci tangan pakai sabun. Kalau itu tidak bisa dilakukan, kurangi atau hindari jabat tangan," pungkasnya.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)