Rabu, 04 Mar 2020 06:20 WIB

Jawaban Atas 'Teori' Iklim Tropis dan Kemampuan Deteksi Virus Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Penyebaran Novel Coronavirus (2019-nCoV) telah meluas ke sejumlah negara, termasuk Kamboja. Para siswa pun diimbau kenakan masker saat beraktivitas di sekolah. Sempat berkembang teori bahwa virus corona tak tahan iklim tropis (Foto: AP Photo/Heng Sinith)
Jakarta -

Sempat beredar beberapa anggapan terkait Indonesia yang sebelumnya bebas dari virus corona COVID-19. Namun kemunculan kasus virus corona baru COVID-19 pada (2/3/2020) di Indonesia mematahkan anggapan tersebut.

Dijelaskan dr Syahrizal Syarif, MPH, PhD, dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) kemunculan virus corona baru di Indonesia ini menjawab beberapa mitos yang sempat ada, salah satunya termasuk soal iklim tropis.

"Jadi kita tahu ya apa yang disampaikan pak Jokowi kemarin mengenai kasus positif di Indonesia itu menjawab yang katanya secara etnis itu kebal, virus corona tidak bisa hidup di iklim tropis, temulawak juga bisa cegah virus corona," jelasnya saat ditemui di Gedung Mochtar, Universitas Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020).

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan kemunculan kasus virus corona baru ini juga menjawab kekhawatiran banyak orang tentang kemampuan deteksi Indonesia terkait COVID-19. Menurutnya, kemampuan Indonesia untuk mendeteksi virus tersebut kini tak perlu diragukan lagi.

"Menjawab kekahawatiran orang mengenai kemampuan pemerintah dalam hal ini Litbangkes untuk mendeteksi virus corona (COVID-19)," lanjutnya.



Simak Video "3 WNI di Kapal Pesiar Jepang Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)