Rabu, 04 Mar 2020 18:35 WIB

Nah Lho! Sebarkan Identitas Pasien Virus Corona, Ini Pidananya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pemerintah telah menunjuk 100 rumah sakit dalam upaya penanganan virus corona. Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, salah satunya. Identitas pasien virus corona COVID-19 harus dirahasiakan (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Belum lama ini beredar soal dua identitas WNI yang terinfeksi virus corona Covid-19. Hal tersebut disayangkan oleh beberapa pihak karena dinilai telah melanggar etika.

Dijelaskan dr Mahesa Paranadipa, MH, Ketua Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia dalam sebuah rilis, bahwa pasien memiliki hak privasi dan kerahasiaan yang sudah diatur dalam UU no 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, UU no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dan UU no 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

"Data yang dapat disampaikan ke publik dalam status wanah adalah jenis kelamin pasien, umur pasien, jumlah pasien yang dirawat, jumlah pasien sembuh, dan jumlah pasien meninggal," begitu penjelasan rilis terkait data pasien Covid-19 yang boleh diungkap ke publik.

Jika ada orang yang berani mengungkap identitas pasien Covid-19, orang tersebut akan dikenakan sanksi. Sanksinya bisa dikenaman ancaman hukuman penjara paling lama 9 bulan.

"Sanksi hukum membuka rahasia pasien ke publik adalah pasal 322 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 9 (sembilan) bulan, dan pasal 79 UU no 29 tahun 2004 dengan ancaman oenjara paling lama 1 (satu) tahun," jelas dr Mahesa dalam rilis tersebut.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)