Kamis, 05 Mar 2020 17:09 WIB

Di RI Hanya 13% Manula yang Masih Bugar, Ini Sebabnya

Yudistira Imandiar - detikHealth
kakek nenek sehat Foto: shutterstock
Jakarta -

Berdasarkan penelitian di Jepang tahun 2013, bahwa orang dewasa usia 40 tahun ke atas akan kehilangan delapan persen massa otot setiap dekade. Angka degradasi massa otot akan meningkat dua kali lipat saat menginjak usia 70 tahun.

Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultas geriatri, dr.C.Herjawan Soejono mengatakan hal ini disebabkan proses sintesis, yakni pemecahan dan pembentukan protein dalam otot yang tidak seimbang saat seseorang memasuki usia lanjut.

Dia mengatakan penurunan massa otot akan mengakibatkan sejumlah dampak serius. Di antaranya kesulitan bergerak, perubahan struktur tubuh, hingga dalam kondisi yang sudah parah dapat menuntun pada kelumpuhan.

"Dari penelitian yang saya lakukan, 24-25 persen orang usia lanjut di Indonesia mengalami kerentaan dan 63-64 persen berada pada kondisi pra-renta. Hanya sekitar 13 persen orang usia lanjut yang masih bugar," ulas Herjawan dalam konferensi pers peluncuran kampanye tantangan #Stand4Strength yang diselenggarakan produsen susu Ensure, Abbott di The Hermitage Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/3/2020)

Kerentaan, sebut Herjawan, ditandai dari beberapa hal, di antaranya aktivitas fisik melemah, kecepatan jalan melambat, cepat lelah, kesulitan menggenggam, dan penurunan berat badan tak terkontrol. Keadaan tersebut disebabkan kekurangan asupan nutrisi dan tidak melakukan latihan fisik sejak dini.

Parahnya, kerentaan tidak hanya menyebabkan penurunan kemampuan fisik, tapi berimplikasi terhadap timbulnya penyakit lain. Adapun penyakit yang biasa muncul, yaitu pneumonia, decubitus (luka tekan pada bagian tulang menonjol), dan hipotrofi otot.

Namun, pengurangan massa otot dan kerentaan bukan sebuah keniscayaan. Hal itu dapat dicegah dengan cara yang tepat.

"Untuk mencegah terjadi penurunan massa otot, dibutuhkan asupan nutrisi yang tepat dan latihan fisik. Otot itu kalau digerakkan dia terbentuk, kalau tidak digerakkan dia menyusut," jelasnya.

Menanggapi fenomena penyusutan massa otot di usia lanjut, Direktur Medis Abbott Nutrition, Jose Rodolfo Dimaano jr., mengatakan orang yang mengonsumsi nutrisi yang tepat untuk otot dan latihan fisik dengan benar memiliki kesempatan untuk hidup bugar lebih lama.

Jose memaparkan, orang lanjut usia yang kekurangan nutrisi akan terlihat dari kemampuan fisiknya yang lebih lemah dari orang yang nutrisinya tercukupi.

"Orang dewasa yang tidak tercukupi nutrisinya akan memiliki kemampuan berdiri setelah duduk dua kali lebih lambat dari yang normal. Mereka bahkan lima kali lebih lambat saat melakukan gerakan naik-turun kaki sebanyak 10 kali di tangga," beber Jose.

Agar proses sintesis otot tetap seimbang, disarankan mengonsumsi asupan yang memiliki kandungan tiga jenis protein yaitu soy protein, whey protein, dan casein. Protein-protein tersebut bisa ditemukan pada olahan susu dan kacang kedelai. Dengan adanya tiga kombinasi protein tersebut, ketersediaan asam amino untuk pelepasan dan pembentukan protein tercukupi.

Kebutuhan protein otot, kata Jose, juga bisa didapatkan dengan mengonsumsi susu Ensure. Produk tersebut memiliki segenap kandungan yang dibutuhkan untuk kesehatan otot.

"Ensure telah menyediakan produk susu bernutrisi tinggi sejak 45 tahun. Di dalamnya terdapat high-quality triple protein, plant based omega 3 dan 6, laktosa rendah, dan serat untuk menyerap nutrisi," ulas Jose.



Simak Video "Kemenkes: Lansia Perlu Hati-hati Gunakan Herbal untuk Atasi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)