Jumat, 06 Mar 2020 08:30 WIB

WHO Imbau Kurangi Pemakaian Uang Kertas untuk Cegah Virus Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Bank Indonesia (BI) dan Bareskrim Polri hari ini memusnahkan 50.087 lembar uang rupiah palsu di kantor BI, Jakarta Pusat, Rabu (26/2). WHO imbau kurangi pemakaian uang kertas untuk cegah virus corona. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau publik untuk mulai mengurangi metode pembayaran menggunakan uang tunai jika memungkinkan. Uang kertas dikhawatirkan bisa berisiko menyebarkan virus corona Covid-19.

Mengutip Telegraph, jika tak memungkinkan untuk menghindari penggunaan uang kertas, alangkah baiknya untuk selalu mencuci tangan usai menyentuh uang tersebut.
Hal ini untuk meminimalisir risiko tertular virus corona Covid-19 yang diklaim bisa bertahan dalam benda mati selama beberapa hari. Meski begitu belum ada penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut.

Melansir The Sun, pihak Bank of England juga mengaku kalau uang tunai dapat membawa bakteri atau virus. Pertengahan bulan lalu, bank sentral Tiongkok menghancurkan uang tunai yang berpotensi terinfeksi virus corona Covid-19.

Uang kertas yang dihancurkan utamanya yang berasal dari daerah berisiko tinggi terinfeksi Covid-19 seperti Wuhan. Semua bank di Tiongkok pun diminta mendisinfeksi uang kertas dengan sinar ultraviolet dan ditempatkan di ruangan yang suhunya tinggi.

Lalu, uang tersebut wajib disimpan selama tujuh hingga 14 hari sebelum dilepas ke konsumen. Tidak diketahui secara pasti berapa lama virus corona dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia. Namun beberapa mengklaim kalau virus tersebut dapat bertahan hidup di benda mati hingga sembilan hari pada suhu kamar.



Simak Video "Total Kasus Corona India Tembus 18 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)