Jumat, 06 Mar 2020 12:31 WIB

Jahe dan Temulawak Langka Imbas Corona, Ilmuwan UI Kembangkan Propolis

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Apitherapy atau terapi lebah merupakan pengobatan yang menggunakan produk-produk lebah seperti royal jelli, bee polen, propolis dan madu dan racun lebah. Kandungan nutrisi dalam produk-produk lebah dipercaya dapat membantu meningkatkan kondisi kesehatan tubuh, Rabu (7/12/13). File/detikFoto. Ilustrasi lebah (Foto: Dikhy Sasra)
Jakarta -

Ilmuwan Indonesia kembangkan propolis untuk pengobatan virus corona COVID-19. Penelitian ini dilakukan oleh Muhamad Sahlan dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI).

Propolis merupakan semacam getah yang dikumpulkan oleh para lebah madu dari berbagai pohon untuk menutupi atau memperbaiki celah pada sarangnya. Pada penelitian ini Muhamad Sahlan mengembangkan senyawa propolis yang berasal dari lebah Tetragonula biroi aff.

Menanggapi hal ini, ahli pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, mengatakan propolis memang terbukti bisa meningkatan daya tahan tubuh dan ini baik untuk mengobati dan mencegah penularan COVID-19.

"Kan sama seperti jahe dan segala macam lainnya. Beberapa studi awal mengatakan ini (propolis) efektif misalnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan lain-lain," kata Prof Ari, Kamis (5/3/2020).

Menurutnya Indonesia juga perlu turut ikut andil dalam memerangi COVID-19, terlebih berbagai sumber daya alam yang melimpah bisa dimanfaatkan sebagai pengobatan penyakit ini.

"Oleh karena itu tujuan kita sebagai praktisi scientist dan ketika ada potensi yaitu dari alam kita, kenapa tidak dikembangkan?" kata Prof Ari.



Simak Video "Peneliti FTUI Kembangkan Propolis Sebagai Penangkal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)