Jumat, 06 Mar 2020 13:40 WIB

Ilmuwan China Sebut Virus Corona COVID-19 Bermutasi Jadi 2 Jenis

Siti Masluha - detikHealth
WUHAN, CHINA - JANUARY 31:  (CHINA OUT) A man wears a protective mask as he ride a bicycle across the Yangtze River Bridge on January 31, 2020 in Wuhan, China.  World Health Organization (WHO) Director-General Tedros Adhanom Ghebreyesus said on January 30 that the novel coronavirus outbreak has become a Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).  (Photo by Stringer/Getty Images) Virus corona disebut bermutasi menjadi 2 jenis (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Temuan terbaru menyebut virus corona COVID-19 telah bermutasi menjadi dua jenis. Ada yang lebih ganas, tapi ada juga yang jadi lebih jinak.

Penelitian awal di Peking University menunjukkan 70 persen strain yang dianalisis adalah tipe yang lebih agresif. Sedangkan 30 persen lainnya berhubungan dengan tipe yang lebih jinak.

Tipe yang lebih agresif ditemukan lebih banyak pada fase awal wabah di Wuhan, China, tempat awal mula wabah virus corona COVID-19 bermula akhir tahun lalu. Namun tipe ini dilaporkan berkurang sejak Januari.

Para ilmuwan menyebut temuan ini mengindikasikan bahwa kemunculan variasi pada peningkatan kasus COVID-19 adalah karena mutasi dan seleksi alam, dibanding rekombinasi.

"Temuan ini sangat mendukung kebutuhan penelitian komprehensif lebih lanjut yang mengkombinasikan data genomik, epidemologis, dan bagan catatatn dari gejala klinis pasien dengan COVID-19," kata para ilmuwan, dikutip dari CNBC, Jumat (6/3/2020).

Diakui, penelitian ini masih sangat terbatas. Penelitian lanjutan dengan dataset yang lebih besar dibutuhkan untuk mendapat pemahaman lebih baik tentang evolusi dan epidemologi COVID-19.



Simak Video "Disebut 10x Lebih Menular, Mutasi Corona D614G Ditemukan di 5 Kota RI"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)