Jumat, 06 Mar 2020 14:40 WIB

Kamu Harus Tahu, Ini 7 Mitos COVID-19 yang Terbantahkan di Dunia

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Korea Utara Dituduh Karantina Ratusan Orang Asing Guna Hindari Sebaran Virus COVID-19 Mitos-mitos COVID-19 yang terbantahkan di dunia. (Foto: DW (News))
Jakarta -

Begitu banyak mitos-mitos yang bermunculan selama wabah virus corona COVID-19 berlangsung. Tak hanya di Indonesia, nyatanya berbagai macam mitos ini pun terjadi di dunia.

Berkembangnya mitos ini salah satunya karena faktor penyebaran informasi yang begitu mudah dan cepat. Beberapa oknum memilih untuk memperkeruh suasana dengan berita-berita yang tak akurat dan belum terbukti kebenarannya.

Berikut 7 mitos COVID-19 yang telah dibantah di dunia, seperti dikutip dari CNN.

1. COVID-19 buatan manusia

Ketika wabah COVID-19 menjadi krisis kesehatan masyarakat di dunia, berbagai macam teori tentang asal-usul virus corona mulai bermunculan seperti virus ini bukan berasal dari alam. Ada yang berpendapat virus sengaja dibuat di laboratorium untuk dijadikan senjata biologis.

Para ilmuwan dari China dan negara bagian barat telah secara kompak menolak berbagai macam teori tersebut. Hingga kini para peneliti pun masih mencari asal-usul virus penyebab COVID-19 dan dugaan saat ini masih tertuju pada kelelawar.

2. Obat rumahan dapat mencegah penularan COVID-19

Memakan bawang putih, meminum air setiap 15 menit, atau mengonsumsi vitamin C, hingga kini belum terbukti kebenarannya dapat melindungi seseorang dari COVID-19.

Cara terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19 adalah rutin mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik, menjaga jarak dengan orang yang sakit, serta menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk dengan siku atau tisu.

3. Perlu pakai masker

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah mengingatkan bahwa mengenakan masker justru akan meningkatkan risiko infeksi bila tak dipakai dengan benar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebut masyarakat umum sebetulnya tak perlu memakai masker karena tidak bermanfaat dalam mencegah penularan virus. Masker hanya dipakai untuk mereka yang sakit agar tidak menyebarkan penyakitnya.

4. Suhu udara panas bisa membunuh virus corona

Hingga kini para ahli kesehatan masyarakat di dunia tidak bisa menemukan kebenaran ini. Alasannya karena di berbagai negara beriklim tropis atau yang panas sekali pun tetap terdapat kasus infeksi COVID-19.

5. COVID-19 dapat ditularkan melalui paket dari China

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut mendapatkan surat atau paket dari China tak akan membuatmu berisiko tertular virus corona. Sementara itu, para ilmuwan hingga kini masih meneliti apakah virus ini bisa bertahan lama atau tidak di atas permukaan benda.

6. COVID-19 tidak bisa menular pada anak-anak

Kenyataannya siapa pun dari segala rentang usia bisa terinfeksi virus corona. Terlebih bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

7. Orang yang terinfeksi COVID-19 akan meninggal

Tingkat kematian dari penyakit virus ini hanya sekitar 2-3 persen dan para peneliti pun memperkirakan jumlah itu akan menurun. Orang yang terinfeksi COVID-19 biasanya akan meninggal apabila sebelumnya memiliki penyakit penyerta lain seperti kanker, diabetes, kolesterol tinggi, dan lain-lain.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)