Jumat, 06 Mar 2020 18:57 WIB

Kenapa Kematian akibat Virus Corona COVID-19 Paling Banyak Dialami Lansia?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Otoritas Jepang mengumumkan ada 41 orang lainnya yang dinyatakan positif virus corona di dalam kapal pesiar yang sedang dikarantina di Yokohama. Kematian akibat virus corona COVID-19 lebih banyak dialami lansia (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Secara global, statistik menunjukkan lansia dengan riwayat penyakit tertentu punya risiko kematian paling tinggi akibat virus corona COVID-19. Kenapa demikian?

Menurut Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia, Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD-KAI, risiko kematian karena Covid-19 sebenarnya tidak bisa diklasifikasikan pada umur tertentu maupun gender tertentu.

"Tidak bergantung pada usia. Usia berapa pun bisa berisiko. Ini kaitannya dengan sistem imun tubuh, usia berapa pun kalau sistem imunnya rendah dia berisiko," jelasnya saat dihubungi detikcom, Jumat (6/3/2020).

Meski begitu, dari banyak kasus pasien COVID-19, umumnya usia lanjut dari 60 tahun yang dilaporkan meninggal. Mengapa bisa begitu?

"Itu karena sifat alamiah imun tubuh semakin berjalannya waktu semakin menurun, atau bisa disebut juga degenerasi ya, jadi dia memang lebih sensitif," ungkapnya.

Selain lansia, kasus pasien Covid-19 yang meninggal juga sering ditemukan pada pria atau seseorang yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti jantung dan diabetes. Menurut Prof Iris hal tersebut memang berpengaruh pada sistem imun tubuh.

"Tergantung penyakit apa dulu ya, diabetes misalnya kadar glukosa yang berfluktuasi atau meningkat memiliki respon imun yang lebih rendah. Artinya seseorang memiliki lebih sedikit perlindungan diri terhadap virus corona Covid-19," ujarnya.

"Kalau terjadi pada pria, belum tentu karena sistem imunnya lebih rendah, perlu penelitian lebih lanjut," ungkapnya.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)