Sabtu, 07 Mar 2020 05:30 WIB

Dokter: Riwayat Sakit Jantung Mendominasi Kematian akibat Virus Corona

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Sebagian besar kematian terjadi pada lanjut usia dengan riwayat penyakit penyerta (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Tercatat lebih dari 3.400 orang meninggal akibat virus corona COVID-19 di seluruh dunia, hampir 3.000 di antaranya berada di China. Dokter jantung mencatat, mayoritas memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah.

"Lebih tepatnya dari kasus COVID-19 yang meninggal, 80 persen usia 60 tahun ke atas dan 75 persen sudah memiliki penyakit jantung dan pembuluh darah beserta stroke atau tumor," kata dr Vito A Damay, SpJP, dokter jantung dari RS Siloam Karawaci.

Dijelaskan, pasien dengan riwayat penyakit penyerta mengalami manivestasi yang lebih berat dari virus corona COVID-19. Termasuk di antaranya pasien dengan riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah, maupun stroke dan tumor.

Infeksi virus, menurut dr Vito memicu reaksi akut dari masalah jantung dan pembuluh darah. Ketika tubuh berusaha melawan infeksi di paru-paru, jantung dan pembuluh darah ikut kepayahan menyuplai darah ke seluruh tubuh.

"Kemungkinan meninggalnya juga lebih tinggi. Tentu dengan catatan seberapa parah riwayat gangguan jantungnya. Usia yang lebih tua juga berpengaruh," tambah dr Vito.



Simak Video "3 WNI di Kapal Pesiar Jepang Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)