Sabtu, 07 Mar 2020 09:00 WIB

Bikin Geleng Kepala, Kelakuan Masyarakat Kala RI Positif Covid-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Masker di Pasar Jaya Borong masker dan antiseptik karena COVID-19. Foto: Herdi Alif Al Hikam
Jakarta -

Saat Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya kasus positif virus corona di Indonesia, respon masyarakat beragam. Ada yang biasa saja tetapi lebih banyak yang menjadi panik.

Tak lama setelah kabar warga Depok terinfeksi virus corona, warga berbondong-bondong kunjungi pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan harian. Sebenarnya nggak hanya di Indonesia, respon masyarakat dunia juga hampir sama dalam merespons kasus positif yang terjadi di negara mereka.

Mulai dari borong masker sampai curi antiseptik, berikut kelakuan masyarakat yang bikin geleng-geleng kepala.

1. Borong masker dan hand sanitizer

Panic buying menjadi lekat dengan masyarakat saat informasi mengenai dua warga Depok positif COVID-19 santer diperbincangkan. Banyak yang berbondong-bondong mendatangi pusat perbelanjaan untuk membeli masker dan hand sanitizer.

Hal ini memicu kelangkaan dua barang tersebut di berbagai tempat. Namun ada juga yang menggunakannya sebagai ajang cari untung. Di beberapa lapak online, harga masker dijual jutaan, berkali lipat daripada harga asli.

Padahal para ahli tidak menganjurkan mengenakan masker jika sedang sehat. Cara terbaik menekan penularan virus corona adalah dengan cuci tangan dengan sabun di air mengalir.

2. Refill hand sanitizer

Menyusul masuknya virus corona di Indonesia, tempat umum seperti gerbong KRL, MRT, di beberapa kantor dan rumah sakit telah menyediakan handrub yang bisa digunakan sebagai hand sanitizer. Tapi karena kelangkaan hand sanitizer, banyak tangan-tangan jahil yang mengambil kesempatan dengan isi ulang botol kosong hand sanitizer milik mereka.

Tak ayal petugas dalam sehari harus berkali-kali isi ulang handrub. Kelakuan tersebut banyak dicibir warganet dan disayangkan karena masih banyak orang yang hanya memikirkan diri sendiri daripada kepentingan masyarakat lain.

3. Tangan diplastikin

Nggak cuman pakai masker, banyak masyarakat yang menggunakan cara 'unik' agar tidak tertular virus corona. Sebagai sarana publik, tiap hari KRL penuh sesak sehingga menimbulkan kekhawatiran.

Pantauan detikcom, seorang pria paruh baya memakai sarung tangan plastik saat berpegangan di KRL. Bisa jadi agar tangannya tidak terkontaminasi virus yang beterbangan di KRL.

4. Pakai masker antiradiasi

Seorang driver ojol mencuri perhatian netizen karena pakai masker antiradiasi untuk menangkal virus corona.
Masker berbentuk seperti nyamuk yang disertai alat pernapasan seperti belalai itu sebenarnya merupakan masker gas yang biasa juga digunakan sebagai masker radiasi.

"Kenapa pakai masker, bang?" tanya customer yang melihat kelakuan abang ojol pakai masker berukuran besar itu.

"Corona," jawab si driver terdengar samar-sama

5. Antiseptik di tempat umum 'dijarah'

Botol antiseptik yang digunakan sebagai hand sanitizer di tempat umum rupanya menjadi incaran banyak orang. Dalam foto viral yang dibagikan Deddy Herlambang, seorang pengguna KRL rute Bogor baru-baru ini, ia mengungkap botol hand sanitizer raib, diduga dicuri orang.

"Di lintas Bogor, iya memang hilang diambil. Hilangnya tidak tahu kapan, tapi baru ketahuan kemarin," kata Deddy pada detikcom.

Selain itu, aksi 'penjarahan' hand sanitizer juga banyak dilaporkan. Banyak yang memanfaatkan fasilitas umum untuk 'refill' hand sanitizer masing-masing.



Simak Video "Tunda Liburan! Pilih Social Distancing di Tengah Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)