Sabtu, 07 Mar 2020 17:02 WIB

Tentang Tumor Tiroid yang Diidap Thalita Latief

Niken Widya Yunita - detikHealth
Thalita Latief saat ditemui di studio Trans TV. Foto: Noel/detikHOT/Tentang Tumor Tiroid yang Diidap Thalita Latief
Jakarta -

Melalui unggahan video di akun Instagram-nya, Thalita Latief mengaku mengidap tumor tiroid. Thalita Latief mengidap tumor tiroid stadium 4 dan diketahuinya sejak Januari 2020.

Tiroid merupakan kelenjar di bagian leher yang bentuknya menyerupai kupu-kupu. Kelenjar ini memproduksi hormon tiroid yang mengatur metabolisme tubuh, denyut jantung, temperatur, mood, dan proses-proses penting lainnya pada hampir setiap sel di tubuh.

Gejala ini merupakan hal yang wajar dialami karena mirip bermacam keluhan akibat gaya hidup modern. Banyak orang tidak sadar bahwa kelenjar tiroid mereka bermasalah. Karena itu penyakit ini disebut juga 'silent killer'.

Pada kanker tiroid, cara mendeteksi dininya cukup mudah, hanya dengan melakukan PERLAHAN atau periksa leher Anda. Deteksi dini ini dapat dilakukan sendiri sambil menghadap cermin, walau memang lebih baik jika dilakukan dengan bantuan tenaga medis.

Caranya dengan lakukan perabaan di bagian leher bawah tempat kelenjar tiroid berada, yakni di bawah jakun leher. Jika terasa ada benjolan atau yang tidak biasa di area tersebut, maka harus segera diperiksakan ke dokter onkologi.

Perlu dicatat mendeteksi dini bukanlah diagnosis. Diagnosis tidak bisa dilakukan sendiri. Tetap diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter untuk mengetahui diagnosis secara pasti.

Di dokter akan dicek dengan USG. USG berperan dalam menentukan di mana dan bagaimana biopsi dapat dilakukan setelah melokalisasi nodul (bengkak) tiroid. Selain itu, positron emission tomography atau PET scan juga dapat membantu mendeteksi lokasi kanker tiroid dan penyebarannya di tubuh.

Sementara proses PET scan dengan menginjeksi cairan radioaktif ke dalam darah yang nanti akan diserap oleh sel kanker dan membuatnya muncul dalam hasil pindaian. Biasanya pasien diminta untuk tak bergerak setelah disuntik selama 40 menit pemindaian.

Tidak semua benjolan pada tiroid akan menjadi ganas, yaitu hanya 10-15 persen saja. Dan tidak semua benjolan itu kanker. Kanker itu 90-95 persen dari lingkungan dan gaya hidup, sementara genetik hanya 5-10 persen saja. Jika dideteksi lebih dini, sekitar 90 persen kasus kanker tiroid dapat dicegah.

Kenneth D. Burman, direktur Bagian Endokrin di Washington Hospital Center menyebutkan, kebanyakan pasien malah tak memiliki gejala kanker tiroid, tapi hanya merasakan ketidaknyamanan di lehernya atau merasa ada bengkak.

Beberapa faktor risiko yang terkait dalam penyakit ini cukup dekat dengan keseharian kita. Seperti radiasi ke kepala dan leher adalah salah satu penyebabnya. Belum diketahui apakah radiasi ini secara spesifik mengarah pada X-ray medis. Tak serta-merta orang yang mendapatkan penanganan x-ray beberapa kali di daerah tersebut dapat berisiko terkena kanker tiroid.

Faktor risiko lainnya meliputi kecelakaan PLTN atau percobaan senjata, diet rendah iodin, riwayat keluarga, dan genetik.

Jenis kanker tiroid yakni sekitar 80 persen kanker tiroid merupakan jenis karsinoma papiler, jenis yang paling mudah ditangani dan jarang fatal. Jenis papiler karsinoma sendiri memiliki beberapa subtipe, misalnya folikular papiler karsinoma yang hanya diidap 1 dalam 10 kasus kanker tiroid.

Lalu karsinoma meduler yang hanya 4 persen dari keseluruhan kasus kanker tiroid. Subtipe-subtipe ini mudah untuk dikontrol dan ditangani jika terdeteksi lebih awal sebelum ia menyebar ke bagian lain tubuh.

Karsinoma anaplastik merupakan tipe yang langka namun lebih agresif, sekitar 2 persen dari keseluruhan kasus sangat sulit untuk ditangani. Terakhir, tiroid limfoma adalah jenis kanker tiroid langka lainnya yang bermula di sel-sel sistem imun dalam tiroid dan tumbuh sangat cepat. Jenis kanker tiroid ini umumnya menyerang orang lanjut usia.

Faktanya, gangguan kelenjar tiroid ditemukan tiga kali lebih banyak ditemukan pada wanita dibanding laki-laki. Dr dr Dyah Purnamasari, SpPD-KEMD dari RSCM Jakarta kepada detikHealth beberapa waktu lalu menyebutkan, wanita mengalami fase kehidupan yang membuat respons imunnya berubah-ubah. Misalnya, pada saat pubertas adanya lonjakan hormon kelamin sehingga mengganggu profil sel-sel imun tersebut. Sementara itu cara mengobati kanker tiroid dengan melakukan operasi seperti yang dilakukan Thalita Latief.



Simak Video "Pesan Buat Pegowes Pemula dari dr. Falla Adinda"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/erd)