Senin, 09 Mar 2020 14:07 WIB

Ilmuwan Gunakan Darah Pasien yang Sembuh untuk Atasi COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ambulances carrying patients infected with the novel coronavirus arrive at a hospital in Daegu, South Korea, Sunday, Feb. 23, 2020. South Koreas president has put the country on its highest alert for infectious diseases and says officials should take unprecedented, powerful steps to fight a viral outbreak.(Lim Hwa-young/Yonhap via AP) Ilustrasi virus corona (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Lebih dari 100 ribu kasus infeksi Covid-19 di seluruh dunia dengan angka kematian melebihi 3,500 kasus. Saat ini para ilmuwan di seluruh dunia tengah bekerja untuk menemukan obat bagi pasien.

Sebuah perususahaan asal Jepang, Takeda Pharmaceutical Co, mengatakan para ilmuwan di sana menggunakan plasma darah dari pasien Covid-19 yang sembuh sebagai bagian dari penelitian. Secara teori, obatnya akan bekerja dengan menggunakan protein yang melawan penyakit dari pasien sembuh untuk mengobati yang masih sakit.

Tubuh pasien yang terinfeksi akan diinjeksi dengan antibodi pasien sembuh untuk melawan virus. "Namun obat ini mungkin tidak untuk semua pasien. Ditargetkan untuk mereka yang parah," kata Julie Kim, kepala unit plasma darah Takeda, mengutip The Sun.

Sejauh ini telah lebih 60 ribu orang yang pulih dari Covid-19. Meski belum ada obat dan vaksin, para pasien dirawat dengan mengobati gejalanya.

Sementara itu, ilmuwan lain di seluruh dunia sedang berupaya mengembangkan vaksin untuk menghentikan penyebaran.

Prof Robin Shattock, kepala infeksi mukosa dan imunitas di Imperial College London, mengatakan dia sekarang berada pada tahap untuk mulai menguji vaksin pada hewan dengan penelitian pada manusia

"Pendekatan pembuatan vaksin biasanya memakan waktu hingga tiga tahun. Para peneliti telah memangkas waktu pengembangan menjadi hanya 14 hari," kata Prof Robin.

Saat ini disebutkan tahap pengujian sudah dalam fase tes pada hewan. Uji coba pada manusia disebut dapat dilakukan beberapa bulan ke depan.



Simak Video "Seputar Uji Klinis Vaksin AstraZeneca yang Terus Dilanjutkan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)