Senin, 09 Mar 2020 18:15 WIB

Waspada, Ini Ragam Penyakit yang Rentan Menyerang Wanita

Yudistira Imandiar - detikHealth
Ilustrasi wanita sakit Foto: Getty Images/iStockphoto/RyanKing999
Jakarta -

Wanita dewasa kerap dituntut untuk melakoni berbagai peran setiap hari, mulai dari mengurus keluarga hingga menyelesaikan tugas dalam pekerjaan. Jika tidak memperhatikan asupan makanan dan gaya hidup, wanita rentan menderita beragam penyakit.

Menurut Medical Manager Divisi Kalbe Consumer Health PT Kalbe Farma TBK, dr Helmin Agustina Silalahi, wanita membutuhkan suplai nutrisi yang lebih banyak dari laki-laki. Sebab, kaum hawa mengalami menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui.

"Untuk perempuan sendiri ada perbedaan dengan laki-laki, karena perempuan itu mengalami menstruasi, kemudian hamil, meyusui, dan nanti pada saat menopasuse (kebutuhan nutrisi) beda lagi. Jadi pada setiap stage-nya punya kebutuhan yang spesifik," jelas dr Helmin di sela-sela acara workshop Women Speak Up With Fatigon di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Lebih lanjut dr Helmin menjelaskan kekurangan asupan yang dibutuhkan tubuh membuat wanita rentan mengalami berbagai penyakit, salah satunya anemia. Jika wanita sudah mengalami kekurangan nutrisi sejak pertama kali mengalami menstruasi, masalah kesehatan bisa terus terjadi pada mereka.

"Kalau dari remaja kebutuhannya sudah nggak terpenuhi, nanti pada saat hamil bermasalah lagi. Jadi akan sambung menyambung karena setiap wanita itu butuh nutrisi yang berbeda. Misalnya nih remaja menstruasi itu beda lagi (kebutuhan nutrisinya), harus menambahkan zat besinya, kemudian menambahkan vitamin B nya agar dia nggak anemia," lanjutnya.

Gaya hidup yang tidak sehat seperti kekurangan gerak fisik karena banyaknya aktivitas di balik meja juga dapat menyumbang timbulnya penyakit pada wanita. Perilaku tersebut membuat penumpukan kalori karena jumlah asupan dan kalori yang dikeluarkan tidak seimbang.

"Jadi sekarang karena mungkin orang sibuk nggak sempat makan yang banyak terjadi adalah (sakit) gula. Jadi sambil meeting, ngopi, sedentary lifestyle banyak yang sakit gula. Kalau sudah nutirsinya nggak bagus (timbul) darah tinggi dan kolesterol," jelas dr Helmin.

Karena itu, dr Helmin menyarankan untuk memperbaiki komposisi asupan untuk mengantisipasi berbagai penyakit tersebut. Menu makanan yang baik, yaitu jumlah sayuran yang setara dengan karbohidrat lalu ditambahkan menu protein dan buah-buahan. Dengan begitu, tubuh bisa memproses makanan yang masuk dengan seimbang.

Selain itu, lakukan aktivitas fisik secara rutin untuk melancarkan proses metabolisme tubuh. Kemudian, tak lupa juha asupan suplemen yang dapat membantu memenuhi kecukupan vitamin dan mineral tubuh.

"Karena kita nggak bisa mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral, bisa digantikan dengan kapsul (suplemen)," jelasnya.



Simak Video "Penggunaan Massal Vaksin GX19 Diprediksi di Agustus 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)