Selasa, 10 Mar 2020 17:56 WIB

Alasan Kenapa Kita Bisa Merasa Pusing dan Mual Usai Gempa

Firdaus Anwar - detikHealth
Titik gempa Sukabumi M 5 di Kab Sukabumi Jabar (dok. BMKG) Foto: Titik gempa Sukabumi M 5 di Kab Sukabumi Jabar (dok. BMKG)
Jakarta -

Gempa berskala magnitude (M) 5 di Sukabumi, Jawa Barat, pada hari Selasa (10/3/2020) terasa sampai DKI Jakarta. Belum ada laporan soal dampak gempa yang terjadi pada pukul 17.18 WIB ini.

"Gempa bumi M 5,0. Lokasi gempa 13 km timur laut Kabupaten Sukabumi," tulis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Twitter.

Terkait hal tersebut, biasanya usai terjadi gempa beberapa orang mengeluh merasa mual dan pusing. Para ilmuwan menyebutnya phantom earthquakes atau jishin-yoi dalam bahasa Jepang.

Ada beberapa teori yang menjelaskan fenomena ini. Pertama, keluhan mual dan pusing sehabis gempa terjadi dengan mekanisme serupa dengan mabuk perjalanan atau motion sickness. Saat guncangan terjadi, gerakan yang dialami tubuh dan yang teramati secara visual tidak sinkron sehingga muncul berbagai keluhan tidak nyaman.

Teori lain yang menjelaskan fenomena ini adalah fobia terhadap gempa susulan. Bahkan ketika gempa susulan tidak benar-benar terjadi, tubuh mengantisipasinya dengan kepanikan.

Fenomena pusing dan mual sehabis gempa dilaporkan antara lain ketika gempa 6,4 skala Richter mengguncang Kunamoto, Jepang, pada April 2016. Hingga beberapa bulan pasca kejadian, sebanyak 200 orang masih melaporkan mual dan gangguan keseimbangan, yang oleh para ahli disebut sebagai 'post-earthquake dizziness syndrome' (PEDS).



Simak Video "Mujarab! Ramuan Rempah Ini Bisa Atasi Migrain"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)