Rabu, 11 Mar 2020 08:25 WIB

Membandingkan Cara Penanganan 4 Negara Paling Terdampak Virus Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Membandingkan cara penanganan di 4 negara yang paling terdampak virus corona. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Sudah hampir tiga bulan lamanya virus corona COVID-19 menghantui masyarakat dunia. Jumlah yang terinfeksi pun sudah mencapai lebih dari 100.000 orang.

Hingga kini China, Italia, Iran dan Korea Selatan merupakan negara-negara yang memiliki kasus infeksi virus corona terbanyak di dunia. Meski begitu keempat negara ini memiliki cara penanganan yang berbeda-beda dalam melawan COVID-19.

Berikut penanganan yang dilakukan dari keempat negara ini untuk menghentikan penyebaran virus corona, seperti dikutip dari NPR.

1. China

Sebanyak 80.756 kasus infeksi virus corona terjadi di China dan 3.136 di antaranya meninggal dunia. Berbagai macam kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah di China, mulai dari penutupan Wuhan pada 23 Januari, membangun rumah sakit dalam sepuluh hari untuk pasien COVID-19 hingga melarang warganya untuk beraktivitas di luar rumah.

Tak hanya itu, pemerintah setempat juga menyediakan segala kebutuhan warganya seperti bahan makanan dan obat-obatan sehingga mereka tak perlu lagi keluar rumah. Bahkan pemerintah akan memberikan imbalan kepada mereka yang melapor jika ada warga yang tak patuh untuk mengkarantina dirinya sendiri.

2. Italia

Hingga kini, pada Rabu (11/3/2020), sebanyak 10.149 kasus infeksi virus corona terjadi di Italia dan 631 di antaranya meninggal dunia. Jumlah ini telah meningkat pesat hanya dalam beberapa hari terakhir.

Pada hari Senin (9/3), Perdana Menteri Giuseppe Conte menyatakan semua Italia kini menjadi 'zona merah'. Artinya semua orang harus tinggal di rumah dan hanya boleh keluar jika ada keadaan darurat dan itu pun harus izin terlebih dahulu.

Segala bentuk pertemuan di area publik telah dilarang, sekolah dan Universitas diliburkan hingga semua acara olahraga domestik di negara ini pun ditangguhkan sementara.

3. Iran

Sebanyak 8.042 kasus infeksi virus corona terjadi di Iran dan 291 di antaranya meninggal dunia.

Berbagai macam penanganan telah dilakukan oleh pemerintah setempat untuk menekan penyebaran virus ini di Iran. Misalnya pertemuan di area publik sudah tidak diperbolehkan, bahkan termasuk shalat Jumat pun dilakukan secara tertutup.

Tak hanya itu, semua sekolah pun diliburkan dan para petugas kebersihan dikirim untuk mensterilkan kereta, bus dan berbagai macam area publik.

"Tindakan pencegahan yang ketat telah dilakukan, termasuk menyaring penumpang pesawat di gerbang keberangkatan bandara," ucap Menteri Luar Negeri Iran, Zavad Jarif.

4. Korea Selatan

Korea Selatan telah menyaksikan lebih dari 7.500 kasus dan 54 di antaranya meninggal dunia.

"Ini benar-benar terlihat seperti adegan di film bencana. Jalanan kosong, restoran dan toko tutup," kata Direktur Komunikasi Asosiasi Medis Daegu, Dr Lee Jun-yeup.

"Orang-orang pergi membeli mi instan bukan karena persediaan makanan yang lain tidak ada, tetapi karena mereka ingin menghindari untuk keluar rumah," lanjutnya.

Semua sekolah dan beberapa kantor pun telah diliburkan demi menekan penyebaran COVID-19 di Korea Selatan. Bahkan pemerintah setempat menyediakan 50 klinik skrining drive thru di mana seseorang melakukan tes virus corona tanpa harus turun dari kendaraannya.



Simak Video "Nasib Akupunktur di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)