Rabu, 11 Mar 2020 13:02 WIB

Januari-Maret, 17 Pasien Demam Berdarah Dengue Meninggal di Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
A doctor examines a dengue fever patient at a government hospital in Kolkata, India, October 31, 2017. REUTERS/Rupak De Chowdhuri Fogging untuk dengue (Foto: REUTERS/Rupak De Chowdhuri)
Semarang -

Jumlah pasien demam berdarah dengue yang meninggal di Jawa Tengah sejak Januari hingga awal Maret 2020 ini sudah mencapai 17 orang. Total pasien ada 1.227 orang.

Jumlah tersebut berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah sampai hari Selasa (10/3) kemarin pukul 19.00 WIB. Daerah tertinggi penderita demam berdarah yaitu Cilacap dengan jumlah 146 pasien dan 2 pasien meninggal dunia.

"Penyebaran wilayah hampir di seluruh Kabupaten Kota, kematiannya di 13 Kabupaten/Kota," kata Kepala Dinkes Jateng, dr Yulianto Prabowo, Rabu (11/3/2020).

Ia menjelaskan jumlah kematian awal bulan ini 1,39 persen dari jumlah kasus. Jumlahnya cenderung menurun dibanding tahun kemarin yaitu 26 per 100 ribu pasien.

"Angka kematian kasusnya itu masih di bawah 2 persen. Kita ingin menekan terus jangan sampai lebih dari 2 persen. Kalau bisa di bawah 1 persen. Kalau bisa tidak ada kematian," tegasnya.

Ia menjelaskan berbagai upaya pencegahan sudah dilakukan mulai dari sosialisasi hingga tim pemantau jentik yang sudah rutin keliling ke rumah warga.

"Di setiap rumah dan sekolahan serta kantor atau institusi apapun, ada juru pemantau jentik yang memastikan tiap-tiap itu tidak ada satu jentik pun. Kalau tidak ada jentik maka tidak ada nyamuk Aedes aegypti, kalau tidak ada nyamuk itu tidak ada Demam Berdarah," jelasnya.



Simak Video "dr. Reisa Ingatkan Bahaya DBD di Tengah Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/up)