Rabu, 11 Mar 2020 16:27 WIB

Guru Besar UI: Corona Berakhir di Musim Panas Kecuali Virusnya Bermutasi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumlah kasus virus corona di wilayah Italia kembali mengalami lonjakan. Petugas terus menyisir setiap sudut kota dengan menyemprotkan cairan desinfektan. Desinfeksi virus corona COVID-19 di Italia (Foto: AP/Claudio Furlan)
Jakarta -

Berbagai penelitian menyebut, wabah virus corona COVID-19 bisa berakhir saat memasuki musim panas. Salah satu teori yang mendasarinya adalah virus ini tidak tahan temperatur tinggi.

Prof Dr Purnawan Junadi MPH PhD, Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), menilai hal itu bisa saja terjadi. Terkecuali jika virus nantinya bermutasi.

"Mungkin juga memang nanti ketika memasuki musim panas di bulan April, mestinya hilang, kecuali sudah ada kabar ini (virusnya) sudah mulai mutasi," katanya saat ditemui di Ruang Rapat Komisi IX, Gedung Nusantara 1 DPR/MPR RI Jl. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).

Meski begitu belum diketahui pasti apakah virus corona Covid-19 akan benar-benar berakhir ketika memasuki musim panas. Belum ada penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut.

"Kita lihat saja," lanjutnya.



Simak Video "Mengenal Ad5-nCov, Vaksin Corona untuk Antibodi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)