Rabu, 11 Mar 2020 19:51 WIB

Viral Risiko Kontaminasi COVID-19 di KRL Bogor-Kota, Ini Tanggapan PT KCI

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Penumpang KRL Commuter Line menggunakan sarung tangan plastik untuk cegah virus corona. Penumpang KRL menggunakan sarung tangan plastik di tengah kepanikan menghadapi virus corona COVID-19 (Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth)
Jakarta -

Sebuah foto viral menyebut risiko kontaminasi terbesar terjadi di wilayah KRL-2 atau rute Bogor-Depok-Jakarta Kota. Narasi tersebut tercantum dalam slide berjudul Waspada Risiko COVID-19 via Transportasi Publik.

Menanggapi foto tersebut, VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, menjelaskan adanya rapat membahas protokoler penanganan penyebaran virus corona. Rapat tersebut diadakan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Rapat yang dihadiri KCI berbeda dengan rapat yang dokumentasi fotonya beredar tersebut," tegas Anne dalam rilisnya, Selasa (11/3/2020).

Anne juga menegaskan komitmennya untuk mengantisipasi peredaran virus corona. Disebutkan, jumlah pengguna lintas Bogor/Depok menuju Jakarta Kota/Angke/Jatinegara satu tahunnya sebesar 199.443.439 pengguna, per harinya mencapai 546.420 pengguna atau 69 persen dari keseluruhan pengguna KRL.

Hand sanitizer di Stasiun Jakarta Kota yang diselotip agar tidak hilang.Hand sanitizer di Stasiun Jakarta Kota yang diselotip agar tidak hilang. Foto: Sarah/detikHealth

Upaya antisipasi yang telah dilakukan PT KCI antara lain:

1. Sejak 3 Februari 2020, PT KCI telah melakukan berbagai upaya edukasi untuk mencegah penyebaran virus corona. Hingga saat ini KCI telah memberikan edukasi cuci tangan yang benar, dan membagikan masker kepada pengguna di 36 stasiun.
2. Menyediakan lebih dari 700 botol hand sanitizer untuk 88 rangkaian kereta dan 80 stasiun.
3. Rutin membersihkan seluruh rangkaian kereta seusai beroperasi dengan menggunakan cairan pembersih yang mengandung disinfektan.
4. Menugaskan On Trip Cleaning yang membersihkan rangkaian kereta saat sedang beroperasi melayani pengguna.
5. Materi edukasi dan himbauan di 88 rangkaian kereta dan 80 stasiun.
6. Menyiapkan pos kesehatan di 30 stasiun KRL yang dapat memberikan pertolongan pertama jika pengguna mengalami masalah kesehatan. Di pos ini, pengguna juga dapat mengukur suhu tubuh, mendapatkan masker, hingga obat-obatan. Bila tidak dapat ditangani, petugas kesehatan akan merujuk pengguna ke rumah sakit terdekat.
7. Mewajibkan pegawai frontliner yang berinteraksi langsung dengan pelanggan untuk cek kesehatan termasuk suhu tubuh sebelum berdinas.

Warganet melaporkan botol hand sanitizer yang seharusnya ada di gerbong KRL, tinggal tersisa bantalan perekatnya.Warganet melaporkan botol hand sanitizer yang seharusnya ada di gerbong KRL, tinggal tersisa bantalan perekatnya. Foto: Deddy Herlambang Via Koalisi Pejalan Kaki


Simak Video "3 WNI di Kapal Pesiar Jepang Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)