Kamis, 12 Mar 2020 12:49 WIB

32 Meninggal akibat DBD di NTT, Ini Penyebab Angka Kematian Begitu Tinggi

Anjar Mahardhika - detikHealth
Penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) meningkat di musim hujan. Sejumlah antisipasi pun dilakukan, salah satunya dengan fogging. Pemberantasan nyamuk untuk mencegah demam berdarah dengue (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan kasus terbanyak demam berdarah dengue (DBD) berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu sebanyak 32 kasus. Ditemukan di Kabupaten Sikka, NTT.

Salah satu faktor atau penyebab banyaknya kematian di NTT dijelaskan dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik karena akses air yang masih sulit.

"Kira-kira seperti NTT, Sikka, khususnya karena akses air sulit karena kontur geografisnya," ujar dr Nadia di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2020).

Selain itu, dr Nadia menjelaskan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terkait kesehatan juga menjadi faktor lain tingginya angka kematian akibat DBD di NTT.

"Jadi masyarakat di sana (NTT), kalau belum sakit sekali tidak datang ke fasilitas kesehatan, jadi mereka masih beli obat di warung," tambahnya.



Simak Video "Studi Terbaru Sebut Demam Berdarah Bikin Kebal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)