Jumat, 13 Mar 2020 12:30 WIB

Risiko Kematian Virus Corona Pada Pasien Gagal Ginjal Tinggi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
RSHS Bandung melakukan simulasi penanganan pasien suspect corona, Jumat (6/3/2020). Simulasi itu untuk menunjukkan kesiapan RSHS dalam menangani pasien suspect corona. Risiko kematian virus corona pada pasien gagal ginjal tinggi. (Foto: Wisma Putra)
Jakarta -

Kebanyakan kasus kematian akibat virus corona baru atau COVID-19 disebabkan oleh komorbiditas. Artinya, pasien sudah memiliki penyakit penyerta yang bisa memperparah kondisinya.

Penyakit penyerta kerap dihubungkan dengan tingkat mortalitas pasien virus corona karena dengan mengidap kondisi lain, daya tahan tubuh seseorang akan menurun dengan cepat. Tak hanya hipertensi, penyakit tidak menular lain yang meningkatkan risiko kematian akibat virus corona salah satunya gagal ginjal.

"Kematian akibat corona kan komorbiditas. Jadi kalau misalnya corona ini terjadi di pasien gagal ginjal, ya risiko kematiannya akan jadi lebih tinggi dibandingkan orang normal," kata dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGEH, dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia saat dijumpai di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Kamis (12/3/2020).

Pada pasien gagal ginjal, imun menjadi turun karena sudah banyak racun di dalam tubuhnya. Pasien gagal ginjal yang tertular virus corona selain harus mengurangi gejala COVID-19 dengan rutin mengonsumsi obat tertentu, mereka juga tetap harus cuci darah untuk menghilangkan racun di tubuhnya.

"Menghindari corona bagi pasien gagal ginjal, kalau sudah gagal ginjal ya jelas harus batasi kontak. pakai masker, cuci tangan, sama seperti populasi umum tapi harus lebih ketat lagi," sebutnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Cut Putri Arianie, juga mengingatkan bahwa adanya penyakit komorbid atau penyerta bisa mengakibatkan progresivitas virus semakin kuat. Sehingga masyarakat diharapkan selalu menerapkan perilaku hidup sehat agar dirinya terhindar dari berbagai macam penyakit.

"Tidak hanya berdampak pada pencegahan penyakit tidak menular tapi juga penyakit menular yang saat ini bikin panik semua" pungkas Cut.



Simak Video "Pemeriksaan Spesimen Covid-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)