Jumat, 13 Mar 2020 13:26 WIB

Pneumonia Vs Virus Corona, Apa Bedanya?

Lusiana Mustinda - detikHealth
cokelat telur paskah berbentuk virus corona Pneumonia Vs Virus Corona. Foto: Istimewa
Jakarta -

Satu pasien yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso meninggal dunia. Saat masuk ke RSPI pada Rabu (11/03) pasien tersebut sudah dalam kondisi pneumonia berat.

Pneumonia

Sebenarnya apa sih penyakit pneumonia? Pneumonia adalah suatu infeksi yang terjadi pada jaringan dan kantung udara (alveoli) di paru-paru. Saat kantung udara tersebut dipenuhi cairan atau nanah, bisa menyebabkan batuk berdahak, demam, menggigil, dan kesulitan dalam bernapas.

Gejala apa saja yang timbul karena penyakit pneumonia?

Gejala pneumonia ringan hingga yang sifatnya mengancam jiwa. Ini gejalanya:

- Batuk yang menghasilkan dahak (lendir)

- Demam

- Berkeringat atau kedinginan

- Sesak napas yang terjadi saat melakukan aktivitas normal atau bahkan saat istirahat

- Sakit dada yang parah saat bernapas atau batuk

- Sering merasa lelah

- Kehilangan selera makan

- Mual atau muntah

- Sakit kepala

Pneumonia VS Virus Corona.Pneumonia Vs Virus Corona. Foto: iStock

Gejala lain bisa bervariasi sesuai dengan usia dan kesehatan secara umum:

Anak-anak di bawah 5 tahun mungkin bernapas dengan cepat atau mengi. Bayi mungkin tidak memiliki gejala, tetapi kadang-kadang mereka dapat muntah, kekurangan energi, kesulitan minum atau makan.

Apakah pneumonia menular? Kuman penyebab pneumonia dapat menular. Hal ini berarti penderita bisa saja menyebarkan penyakitnya ke orang lain. Pneumonia dapat menular ke orang lain melalui inhalasi tetesan udara dari bersin atau batuk. Kamu juga bisa terkena pneumonia dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi bakteri atau virus penyebab pneumonia.

Pengobatan Pneumonia

Antibiotik oral dapat mengobati sebagian besar kasus pneumonia bakteri. Akan tetapi antibiotik tidak dapat bekerja pada kasus pneumonia yang disebabkan karena virus sehingga pasien diberikan anti virus. Dan anti jamur diberikan untuk melawan pneumonia yang disebabkan karena jamur.

Virus Corona

Sedangkan Coronavirus (CoV) merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit flu hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Coronavirus novel (nCoV) adalah jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Gejala virus corona

Tanda-tanda umum infeksi virus corona:

- Demam

- Batuk

- Sesak napas dan kesulitan bernapas

Pneumonia VS Virus Corona.Pneumonia Vs Virus Corona. Foto: BBC Magazine

Dikutip dalam who.int, pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan penumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan bahkan kematian.

Pencegahan virus corona

Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah selalu mencuci tangan secara teratur, menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, memasak daging dan telur hingga matang serta hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

Apakah virus corona bisa disembuhkan?

Dikutip dari Reuters, Komisi Kesehatan Kotamadya Wuhan mengatakan sedikitnya 15 petugas medis di Wuhan terinfeksi virus tersebut.

Sedangkan menurut Diah Handayani, dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menegaskan bahwa semua virus corona, termasuk virus corona 2019-nCoV belum ada obatnya.

Meskipun virus corona memiliki risiko kematian, namun angkanya masih rendah dibandingkan dengan orang yang terjangkit dan kemudian sembuh.

"Tapi bisa (disembuhkan), terbukti yang sakit sudah ribuan tapi yang meninggal kan sedikit. Jadi dia tetap sebuah virus yang bisa disembuhkan," tutur Diah Handayani kepada detikNews beberapa waktu lalu.

Pneumonia VS Virus Corona.Pneumonia Vs Virus Corona. Foto: AP Photo

Bagaimana penanganannya jika terkena virus corona?

Prosedur yang dilakukan terhadap pasien terduga mengidap virus corona adalah dengan menempatkannya dalam ruangan isolasi. Tujuannya agar penularan ke orang lain dapat dicegah.

Jadi, kata Diah, proses pengobatan yang dilakukan adalah terapi pendukung dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh.

"Boleh obat flu biasa kalau masih ringan, kalau demam diberi obat anti demam," katanya.

Jika terduga masih menunjukkan gejala awal, Diah mengatakan pasien akan mendapatkan obat demam, batuk dan flu serta dukungan makanan yang sehat dan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan virus corona.



Simak Video "Mari Lakukan Protokol Kesehatan untuk Membantu Sesama"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)