Jumat, 13 Mar 2020 15:53 WIB

Guru Besar UI Sarankan Ungkap Daerah Persebaran Corona, Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
WHO telah umumkan wabah corona sebagai pandemi. Meski telah memperketat pengawasan guna cegah corona, Indonesia belum berencana melakukan lockdown. Guru besar UI saran ungkap daftar wilayah persebaran virus corona. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Virus corona Covid-19 telah merebak ke beberapa daerah di Indonesia. Namun pemerintah belum mengungkap terkait daerah-daerah mana saja yang berisiko tertular virus corona Covid-19.

"Mohon maaf nggak bisa kita buka lebar-lebar (data) karena responsnya macam-macam. Kita tahu pengalaman kemarin ditolak mentah-mentah, pada saat kita memutuskan Natuna sebagai tempat pemantauan. Oleh karena itu, kita harus hati-hati," ujar juru bicara pemerintah untuk urusan virus Corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Selasa, (10/3/2020).

Menanggapi hal ini, Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH, Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyarankan pemerintah untuk transparan. Menurutnya, pemerintah lebih baik mengungkap daerah yang berisiko.

"Supaya masyarakat aware, kita nggak bisa tutup-tutupi, ini epidemi kan bukan masalah pemerintah saja, masalah masyarakat. Nggak ada epidemi apalagi pandemi ini hanya bisa diselesaikan oleh masyarakat saja, atau pun pemerintah saja, ya kan, ini kerja sama pemerintah dan masyarakat kan," jelasnya saat dihubungi detikcom Jumat (13/3/2020).

Menurut Prof Ascobat, masyarakat adalah pertahanan pertama. Jika masyarakat mengetahui daerah berisiko, sadar akan pencegahan, penyebaran virus tersebut bisa dicegah secara optimal.

"Jadi itu umumkan saja misalnya kita tahu satu wilayah, jadi kita berhati-hati, dan juga diumumkan supaya apa, jika nanti pemerintah tiba-tiba menutup pertandingan olahraga ini seperti di Italia, kan masyarakat sudah tahu sebabnya, jangan tiba-tiba sekolah ditutup, terus kita nggak tahu dan bertanya kenapa sekolah ditutup," pungkasnya.



Simak Video "Mulai Senin, RSPI Sulianti Saroso Jadi Rumah Sakit Khusus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)