Jumat, 13 Mar 2020 16:56 WIB

Hati-hati! WHO Sebut Perokok Lebih Rentan Tertular Virus Corona

Ayunda Septiani - detikHealth
ilustrasi rokok WHO sebut perokok lebih rentan tertular virus corona. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Dalam peta global terkait kasus corona virus, Johns Hopkins Center for System and Engineering sampai pagi ini menyebutkan kematian akibat virus corona telah mencapai 4.720 orang di seluruh dunia. Sementara kasusnya telah mencapai 128.343 kasus dengan 68.324 pasien berhasil sembuh. Hingga Selasa (10/3)2020), terdapat 103 negara di dunia yang mengonfirmasi terinfeksi virus corona.

Sementara itu di Indonesia, sudah ada 34 kasus konfirmasi positif COVID-19 yang kemudian 2 kasus berhasil sembuh, dan 2 kasus meninggal. Berbagai peringatan dan panduan pencegahan rilis pemerintah maupun lembaga-lembaga kesehatan, termasuk organisasi kesehatan dunia WHO.

Belum lama ini, pada 8 Maret 2020 lalu, WHO Indonesia mengeluarkan pernyataan yang secara lebih spesifik mengingatkan masyarakat Indonesia mengenai kaitan antara COVID-19 dengan perilaku merokok. Dalam pernyataan resmi tersebut, dr N Paranietharan, WHO Respresentative to Indonesia menyebutkan perokok bisa berisiko tinggi terkena COVID-19.

"Perokok berisiko tinggi untuk penyakit jantung dan penyakit pernapasan, yang merupakan faktor risiko tinggi untuk mengembangkan penyakit parah atau kritis dengan COVID-19. Karena itu, perokok di Indonesia berisiko tinggi terkena COVID-19," ujar dr Paranietharan.

Komnas Pengendalian Tembakau bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menghimbau masyarakat dan pemerintah agar lebih waspada terhadap virus corona terkait tingginya perokok di Indonesia. Hal ini karena perilaku merokok merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko infeksi COVID-19 dan memperparah komplikasi penyakit yang diakibatkan.



Simak Video "Seberapa Bahaya COVID-19 Bagi Anak-anak? Ini Hasil Temuan WHO!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)