Jumat, 13 Mar 2020 19:54 WIB

Iuran BPJS Kesehatan Batal Naik, Pasien Cuci Darah Angkat Bicara

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
cuci darah hemodialisis Alat cuci darah (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Jakarta -

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA) untuk menurunkan iuran BPJS Kesehatan. KPCDI mendaftarkan hak uji materil Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan ke Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Kamis (05/12/2019).

Tony Samosir, ketua umum KPCDI, khawatir kebijakan kenaikan iuran membebani peserta BPJS Kesehatan di kelas mandiri yang tergolong fakir miskin. Ia juga menyebut orang tidak mampu tidak terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PIB).

Menurutnya kenaikan iuran membuat masyarakat kecil akhirnya tidak mampu lagi membeli obat-obat pasien gagal ginjal.

"Sebagai pasien gagal ginjal, sudah tidak produktif lagi seperti dulu, rentan terkena PHK, ditambah pengeluaran mereka tinggi untuk membeli obat-obat yang tidak dijamin oleh BPJS," ungkapnya saat ditemui di Pondok Kemangi Serpong, Tangerang, Jumat (13/3/2020).

Selain itu masyarakat kecil dikhawatirkan bisa menunggak iuran. Tunggakan iuran membuat peserta tersebut otomatis tidak aktif, dan pengobatan terhambat.

"Karena kenaikan iuran, orang-orang miskin bisa tidak cuci darah, karena mereka gagal bayar iuran, kan kartu BPJS Kesehatan mereka tidak aktif," pungkasnya.



Simak Video "Banyak Jalan Menuju Sehat Hanya Dari Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)