Sabtu, 14 Mar 2020 16:31 WIB

Ini Cerita Mereka yang Pernah Jalani 'Tes Corona' Mandiri

Ayunda Septiani - detikHealth
ilustrasi corona Ilustrasi virus corona. (Foto: ilustrasi corona)
Jakarta -

Di media sosial beredar cerita netizen yang sudah melakukan tes virus corona COVID-19 ke rumah sakit dengan membayar sekitar Rp 500-700 ribuan. Satu cerita soal tes yang diunggah pada hari Jumat (13/3/2020) di Twitter telah diretweet lebih dari 16 ribu kali.

Di sana diceritakan bahwa dirinya menjalani cek suhu, berat badan, tensi, darah dan rotgen paru-paru. Ia juga menyertakan foto surat keterangan sehat dari RSUP Persahabatan.

Kisah serupa diceritakan oleh pemilik akun twitter @FalizChaplin. Saat dihubungi tim detikhealth, ia mengunggapkan pernah ditugaskan ke Malaysia pada 7 Maret 2020 dan pulang kembali ke Indonesia pada tanggal 10 Maret 2020.

Pada hari Kamis 12 maret 2020 di tempat kerja, ada edaran yang menyebut karyawan dari luar negeri harus melakukan cek kesehatan. Alhasil pada hari yang sama, Faliz di briefing dan langsung disuruh ke RSPAD Gatot Subroto.

Setelah sampai di RSPAD Gatot Subroto pada pukul 10 pagi, ia langsung diarahkan oleh petugas ke bagian poli amino. Ia pun menjelaskan proses tes sebagai berikut:

1. Mengambil nomor antrian

2. Setelah mendapatkan nomor antrian, tunggu panggilan oleh petugas untuk mengisi form

3. Setelah mengisi form, masuk ke ruangan lab untuk mengambil sampel darah

4. Setelah dari ruang lab, akan dilanjutkan pengecekan ruang rontgen paru

5. Setelah dirontgen menunggu untuk dipanggil ke ruang konseling. Dokter memberikan pertanyaan terkait tujuan dan kenapa masih melakukan perjalanan ke luar negeri.

6. Menyelesaikan administrasi Rp 659 ribu

7. Menunggu hasil berkas yang akan diberikan oleh pihak rumah sakit. Berkas yang berisikan, hasil rotgen, hasil cek darah, dan surat keterangan dari dokter. Apakah harus diisolasi, istirahat di rumah, atau masuk ke dalam ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Selain Faliz, pemilik akun Twitter @putri_51024 juga membagikan ceritanya. Putri baru pulang dari Korea pada tanggal 25 Februari 2020 kemudian pada tanggal 1 Maret 2020 mengalami panas dan batuk.

Putri disarankan ke RSPAD Gatot Soebroto dan sesampainya di sana menerima nomor antrian yang bertuliskan "cek corona". Ia pun menjelaskan bahwa tes yang dilakukan sama seperti yang lain, seperti tes darah, rotgen, dan menunggu hasil.

Saat konsultasi Putri didiagnosis hanya mengalami radang tenggorokan sehingga tidak dianjurkan tes swab. Dokter menyarankan Putri melakukan karantina sendiri di rumah sampai tanggal 10 Maret.

"Kalaupun saya sakit, saya yakin dengan perawatan yang memadai pasti sembuh," ungkap Putri mengaku tak khawatir.

Terkait cerita di atas, ahli penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe, SpDp, menjelaskan kekeliruan tes corona di Indonesia. Apa yang viral sebetulnya bukan tes corona melainkan tes kesehatan umum. Tes corona dilakukan dengan menggunakan tes swab dan hanya untuk kasus yang diduga kuat seperti memiliki riwayat kontak dengan pasien positif atau baru kembali dari negara terjangkit.



Simak Video "Corona Bisa Bertahan 3 Hari di Plastik, Hati-hati Kalau Terima Paket!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)