Minggu, 15 Mar 2020 12:18 WIB

Banyak yang Penasaran 'Obat Corona', Ini Daftar yang Pernah Diteliti

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
coconut oil and fresh coconuts on old wooden table Sederet obat yang diteliti untuk tangkal virus corona. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Meski virus corona COVID-19 belum ada vaksinnya, beberapa peneliti menyebut obat klinis maupun alternatif yang bisa digunakan untuk menangkal virus tersebut. Mulai dari obat antimalaria hingga jamu dan temulawak dipercaya ampuh atasi virus corona.

Berikut sederet obat klinis dan alternatif yang dipercaya ampuh tangkal virus corona, dirangkum detikcom pada Minggu (15/3/2020):

'Obat corona' dari Bahan Alami

1. Jambu Biji

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD- KGEH, MMB, mengatakan riset ini menemukan ada banyak senyawa dalam jambu biji yang bisa mencegah dan mengurangi virus corona. Di antaranya hasperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin, dan myricetin.

"Ternyata dari riset secara bioinformatika ini, komponen pada jambu biji cukup lengkap sebagai bahan alam yang bisa mencegah atau paling tidak mengurangi virus tersebut," ujar Prof Ari di Gedung FKUI, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

2. Daun Sambiloto

Rektor Universitas Airlangaga (UNAIR) Prof. Mohammad Nasih, mengatakan bahwa saripati daun sambiloto mampu menjadi referensi pencegahan masuknya virus Corona ke dalam tubuh saat jumpa pers dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Lembaga Penyakit Tropik (LPT), di kampus UNAIR, Surabaya.

"Dengan hasil-hasil riset terdahulu, daun sambiloto bisa sebagai antivirus. Kita berharap bisa diujikan sebagai bahan obat antivirus termasuk virus corona," kata Ketua Departemen Farmakognisi dan Fitokimia, Dr Aty Widyawaruyanti, MSi Apt di Kampus C Unair, Rabu (4/3/2020).

3. Propolis

Ahli pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, mengatakan propolis memang terbukti bisa meningkatan daya tahan tubuh dan ini baik untuk mengobati dan mencegah penularan COVID-19.

"Kan sama seperti jahe dan segala macam lainnya. Beberapa studi awal mengatakan ini (propolis) efektif misalnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan lain-lain," kata Prof Ari, Kamis (5/3/2020).

Menurutnya Indonesia juga perlu turut ikut andil dalam memerangi COVID-19, terlebih berbagai sumber daya alam yang melimpah bisa dimanfaatkan sebagai pengobatan penyakit ini.

"Oleh karena itu tujuan kita sebagai praktisi scientist dan ketika ada potensi yaitu dari alam kita, kenapa tidak dikembangkan?" kata Prof Ari.

4. Jahe Merah dan Temulawak

Prof Chairul A Nidom, Ketua Tim Riset CoV dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation Surabaya menjelaskan, ada dua macam virus corona, yaitu low pathogenic dan high pathogenic.
Menurutnya, kondisi high pathogenic reseptornya ada di paru, dan hal ini yang dapat berakibat fatal pada manusia. Untuk menekan risiko fatal terjadi, kurkumin bisa menjadi solusinya.

"Kurkumin (yang terdapat dalam jahe merah dan temulawak) itu mempunyai fungsi menekan badai sitokin, yang tentunya kita bisa berharap bahwa paru-paru tidak begitu rusak atau bisa recovery secepatnya," jelasnya saat dihubungi detikcom, Selasa (18/2/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]