Minggu, 15 Mar 2020 12:36 WIB

Curiga Tertular, Bagaimana Cara Melakukan 'Tes Corona'?

Ayunda Septiani - detikHealth
Jumlah kasus virus corona di wilayah Italia kembali mengalami lonjakan. Petugas terus menyisir setiap sudut kota dengan menyemprotkan cairan desinfektan. Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: AP/Claudio Furlan)
Jakarta -

Saat ini, persebaran virus corona COVID-19 semakin meluas di Indonesia. Banyak yang was-was karena merasa pernah terlibat kontak dengan salah satu pasien, sehingga merasa perlu tes corona.

Apa yang harus dilakukan bila merasa curiga telah terinfeksi? Ada beberapa cara untuk memastikannya, salah satunya datang langsung ke rumah sakit rujukan, misalnya di RSPAD Gatot Soebroto.

Prosedur 'tes corona'

Seorang netizen, Faliz, membagikan pengalamannya periksa 'tes corona' di akut @FalizChaplin. Kepada detikcom, ia menuturkan bahwa tes itu dilakukannya karena tempatnya bekerja mengharuskan ada surat sehat sepulang ia dari luar negeri.

Faliz datang ke RSPAD Gatot Subroto pada 12 Maret 2020 dan menjalani prosedur sebagai berikut:

  1. Mengambil nomor antrean
  2. Setelah mendapatkan nomor antrian, tunggu panggilan oleh petugas untuk mengisi form
  3. Setelah mengisi form, masuk ke ruangan lab untuk mengambil sampel darah
  4. Setelah dari ruang lab, akan dilanjutkan pengecekan ruang rontgen paru
  5. Setelah dirontgen menunggu untuk dipanggil ke ruang konseling. Dokter memberikan pertanyaan terkait tujuan dan kenapa masih melakukan perjalanan ke luar negeri.
  6. Menyelesaikan administrasi Rp 659 ribu
  7. Menunggu hasil berkas yang akan diberikan oleh pihak rumah sakit. Berkas yang berisikan, hasil rotgen, hasil cek darah, dan surat keterangan dari dokter. Apakah harus diisolasi, istirahat di rumah, atau masuk ke dalam ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Tidak langsung tes swab

Pengalaman serupa juga dikisahkan oleh Putri, yang membagikannya di akun @putri_51024. Putri baru pulang dari Korea Selatan pada 25 Februari dan mengalami panas-batuk pada 1 Maret 2020.

Di RSPAD, Putri mendapat antrean bertuliskan 'cek corona'. Materi tes yang ia jalani mencakup tes darah dan rontgen.

Oleh dokter yang memeriksa, Putri hanya didiagnosis radang tenggorokan sehingga tidak dilanjutkan dengan tes swab atau usapan lendir. Ia juga disarankan untuk mengkarantina diri sendiri hingga tanggal 10 Maret.

Informasi yang dihimpun detikcom, tes semacam ini bisa juga dilayani di RSPI Sulianti Saroso dan RSUP Persahabatan. Namun tes hanya bisa dilayani pada hari kerja.

Meski banyak disebut sebagai 'tes corona', prosedur pemeriksaan yang dijalani Faliz maupun Putri sebenarnya tidak spesifik untuk mendeteksi virus corona COVID-19. Praktisi kesehatan dr Dirga Sakti Rambe, SpPD mengatakan, tes corona dilakukan dengan tes swab atau usapan lendir dan hanya dilakukan pada kasus dugaan kuat, seperti memiliki riwayat kontak dengan kasus positif.

"Selama enggak swab, enggak bisa dipastikan corona," kata dr Dirga pada detikcom.



Simak Video "Jangan Terkecoh! Lembaga Eijkman Bukan Tempat Tes Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)