Minggu, 15 Mar 2020 14:16 WIB

Orang-orang Ini Sempat Dinyatakan Negatif, Ternyata Positif Virus Corona

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rumah Sakit Dokter Hafidz (RSDH) Cianjur tangani satu pasien suspect Corona RS Dr Hafidz (RSDH) Cianjur (Foto: Ismet Selamet)
Jakarta -

Seorang pegawai PT Telkom yang meninggal di RS Dr Hafidz (RSDH) Cianjur ternyata positif virus corona COVID-19. Sempat dirawat di Bekasi dan berobat alternatif sejak akhir Februari, pasien meninggal pada 3 Maret 2020.

"Ketika meninggal diketahui negatif, ternyata setelah diperiksa lebih lanjut ternyata positif," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (15/3/2020).

Hasil positif terungkap setelah sebelumnya dinyatakan negatif bukan kali ini saja terjadi. Di China, seorang wanita 56 tahun juga dinyatakan positif virus corona COVID-19 setelah sebelumnya 8 kali hasil tesnya negatif.

Pasien yang bekerja sebagai karyawan hotel di Chongqing ini pulang ke Anyie pada 23 Januari untuk merayakan Imlek. Setelah seorang rekannya dinyatakan positif, ia lalu masuk karantina pada 2 Februari.

Hingga 23 Februari, ia menjalani 8 kali tes dan hasilnya negatif. Tim medis juga melakukan deteksi asam nukleat untuk memperkuat sekuens DNA, untuk memastikan pasien terinfeksi virus.

Hingga akhirnya, dokter di People's Hospital og Ziyang menyatakan pasien positif. Hasil ini diambil dari sejumlah tes lanjutan.

Diyakini, pasien mengalami masa inkubasi yang lebih lama dari biasanya. Umumnya masa inkubasi virus corona hanya 14 hari, pasien ini mengalaminya selama 24 hari.

Kasus lain dialami oleh seorang pasien di Jepang yang terdiagnosis positif virus corona COVID-19 untuk kedua kalinya. Pasien 40 tahun asal Osaka tersebut pertama kali terdiagnosis positif pada 29 Januari.

Usai menjalani perawatan, ia sempat dipulangkan karena serangkaian tes sudah menunjukkan hasil negatif. Sepekan kemudian, ia kembali mengeluh nyeri tenggorokan dan nyeri dada.

Setelah dites, ternyata ia kembali positif. Dikutup dari The Telegraph, para dokter meyakini kasus ini sebagai kasus reinfeksi pertama di Jepang.



Simak Video "WHO Sebut Pandemi Corona Tahun Kedua Lebih Buruk"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)