Minggu, 15 Mar 2020 20:44 WIB

Harus Ada Tes Swab, Seperti Ini Lho Tes Corona yang Sebenarnya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sosialisasi dan edukasi pencegahan virus corona dilakukan di Stasiun Gambir, Jumat, (31/1/2020). Berikut foto-fotonya. Ilustrasi virus corona COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Di media sosial, banyak yang membagikan pengalaman 'tes corona' dengan biaya sekitar Rp 700 ribu. Menurut dokter, itu bukan tes corona yang sebenarnya.

Dalam berbagai unggahan tentang 'tes corona', netizen melakukan tes tersebut atas inisiatif sendiri demi mendapatkan surat sehat. Kadang-kadang, atas permintaan perusahaan.

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan antara lain mencakup pemeriksaan suhu tubuh, berat badan, tensi, cek darah, serta rontgen paru. Selembar surat keterangan sehat didapatkan setelah menjalani rangkaian pemeriksaan tersebut.

Menurut dokter penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe, SpPD, tes yang banyak dibahas di media sosial tersebut dipastikan bukan tes virus corona COVID-19 yang sebenarnya. Tidak lain itu adalah general check up biasa.

"Selama nggak swab, nggak bisa dipastikan corona," kata dr Dirga kepada detikcom.

Cek swab adalah cek usapan lendir saluran napas yang diperiksa di laboratorium. Dalam berbagai testimoni 'tes corona' yang viral, tes ini tidak pernah disebutkan.

Jadi seperti apa tes corona yang sebenarnya? Berikut rangkumannya:

1. Tes swab

Tes swab merupakan proses pengambilan sampel lendir dari saluran pernapasan. Caranya dengan mengusap tenggorokan melalui mulut dan hidung.

Hal ini dilakukan karena virus corona sama seperti flu, yaitu menyerang saluran pernapasan, sehingga hasil dari sampel tersebut akan diuji kebenarannya di laboratorium.

2. Sampel spesimen akan di bawa ke laboratorium

Sampel yang telah dikumpulkan akan disimpan di dalam tabung atau botol steril, dan akan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. Pengirimannya pun tak bisa dilakukan secara sembarangan, karena suhu dari sampel spesimen harus dijaga agar tetap dingin.

Menurut Food and Drug Administration (FDA), waktu pengiriman spesimen tak boleh melebihi 72 jam. Karena jika terlalu lama virus dan materi genetik di dalam spesimen akan menurun, dan bisa menyebabkan hasil yang kurang valid.

3. Sampel akan diuji

Setelah tiba di laboratorium, para teknisi akan melakukan serangkaian uji tes pada sampel spesimen dengan prosedur RT-PCR. Nantinya spesimen tersebut akan ditelusuri apakah mengandung jejak genetik dari virus corona atau tidak.

Apabila hasil tes tersebut mengatakan terdapat virus corona di dalamnya, para teknisi pun harus melakukan pengecekan ulang agar hasilnya bisa dikatakan valid.

4. Berapa lama tes ini berlangsung?

Umumnya hasil tes corona dengan metode RT-PCR akan keluar dalam waktu kurang dari 24 jam.



Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)