Senin, 16 Mar 2020 14:11 WIB

Donald Trump Ketahuan Mau 'Bajak' Peneliti Vaksin Corona dari Jerman

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Indias Prime Minister Narendra Modi (R) speaks with US President Donald Trump (C) and First Lady Melania Trump (L) upon their arrival at Sardar Vallabhbhai Patel International Airport in Ahmedabad on February 24, 2020. (Photo by Mandel NGAN / AFP) Donald Trump ketahuan mau bajak peneliti virus corona di Jerman. (Foto: Mandel NGAN / AFP)
Jakarta -

Ramai dibicarakan soal Donald Trump yang ingin 'bajak' peneliti vaksin Jerman. Bahkan di media sosial tak sedikit yang menjadikan hal ini ke dalam sebuah 'meme'.

Mengutip NBC News, Berlin dilaporkan tengah berusaha menghentikan Washington yang sedang membujuk sebuah perusahaan di Jerman. Perusahaan tersebut diketahui sedang meneliti vaksin untuk virus corona COVID-19.

Namun pihak AS bersikeras untuk memindahkan penelitian tersebut ke negaranya. Pihaknya mendorong politisi Jerman untuk bersikeras bahwa tidak ada negara yang seharusnya memonopoli vaksin.

Pemerintah Jerman mengatakan pada Reuters, kalau pemerintah AS sedang mencari cara bagaimana mendapatkan akses vaksin yang sedang dikembangkan oleh perusahaan Jerman, yaitu CureVac.

Sebelumnya, surat kabar Welt am Sonntag Jerman melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah menawarkan sejumlah dana untuk memikat CureVac mengalihkan penelitian soal vaksinnya ke pihak Amerika Serikat. Namun pemerintah Jerman membuat penawaran balasan untuk membuat CureVac tetap tinggal.

"Pemerintah Jerman sangat tertarik untuk memastikan bahwa vaksin dan zat aktif melawan virus corona baru juga dikembangkan di Jerman dan Eropa," kata seorang juru bicara Kementerian Kesehatan, membenarkan kutipan di surat kabar itu.

"Dalam hal ini, pemerintah melakukan pertukaran intensif dengan perusahaan CureVac," tambahnya.



Simak Video "Keliling Lab Tempat Vaksin COVID-19 Diuji di Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)