Senin, 16 Mar 2020 14:34 WIB

5 Fakta Social Distancing, Jarak Aman hingga Alternatif Jabat Tangan

Firdaus Anwar - detikHealth
WHO telah umumkan wabah corona sebagai pandemi. Meski telah memperketat pengawasan guna cegah corona, Indonesia belum berencana melakukan lockdown. Social distancing jadi langkah dalam mencegah penularan virus corona. (Foto ilustrasi: Pradita Utama)
Jakarta -

Social distancing jadi cara yang disarankan agar penularan virus corona COVID-19 tidak meluas. Alasannya karena virus diketahui menular lewat kontak langsung dengan penderita.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut orang-orang tertular ketika droplet atau percikan air liur dari pasien terinfeksi virus corona masuk ke dalam tubuh. Bisa dengan tidak sengaja menghirup droplet atau menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor oleh virus.

Bagaimana social distancing yang baik dilakukan? Ini fakta-faktanya

1. Saling jaga jarak

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), virus corona bisa menyebar dalam radius sekitar 1,8 meter dari orang yang terinfeksi. Atas dasar tersebut beberapa instansi seperti misalnya Harvard Medical School menyarankan agar orang-orang saling menjaga jarak minimal 1,8 meter.

WHO sendiri menyarankan individu saling menjaga jarak minimal satu meter.

2. Ganti kebiasaan jabat tangan

Beberapa negara mengimbau warganya untuk mulai mengganti kebiasaan jabat tangan setiap bertemu orang lain. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko tertular dari tangan yang kotor.

China misalnya merekomendasikan gestur tradisional gong shou (tangan terkepal di telapak tangan lainnya), sementara Uni Emirat Arab menyarankan gestur sentuhan hidung diganti lambaian tangan, dan Australia mendorong gestur tepukan lembut di punggung.

3. Hindari keramaian

Menghindari keramaian di tempat umum jadi salah satu cara melakukan social distancing. Pemerintah dalam hal ini dapat melakukan penutupan sementara tempat-tempat umum seperti sekolah, restoran, hingga tempat wisata.

4. Kurangi bepergian

Para ahli menyarankan agar orang-orang mengurangi aktivitas bepergian bila tak diperlukan. Alasannya karena bepergian jadi salah satu aktivitas berisiko yang mendorong penyebaran virus lebih luas.

5. Kerja di rumah

Kerja di rumah atau work from home kini mulai diterapkan berbagai instansi di dunia. Tujuannya untuk melindungi para karyawan terhadap risiko paparan virus di tempat kerja.



Simak Video "Tunda Liburan! Pilih Social Distancing di Tengah Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)