Selasa, 17 Mar 2020 11:48 WIB

Studi Terbaru: Selain Diabetes, Minuman Manis Juga Bikin Kolesterol

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Minum minuman manis Foto: shutterstock
Jakarta -

Makanan berlemak seperti seafood, daging olahan, dan jeroan sering dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol jahat. Tapi, sebuah studi baru menemukan minuman manis pun juga berpengaruh pada kolesterol tinggi.

Bersumber dari Healthline, penelitian baru menemukan orang dewasa yang minum minuman manis memiliki risiko lebih besar untuk mengalami kadar lemak tidak sehat yang lebih tinggi atau trigliserida. Minuman mengandung gula tinggi beresiko sampai 98 persen menyebabkan kenaikan LDL dan 53 persen kenaikan kadar trigliserida.

Dalam penelitian yang dimuat dalam Journal of the American Heart Association ini, tim peneliti mengungkap bahaya konsumsi minuman manis setiap hari. Studi ini menganalisis data dari 6.000 orang berusia pertengahan selama 12 tahun.

Menurut Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita, trigliserida merupakan hasil konversi kalori tidak terpakai dan disimpan untuk menyediakan cadangan energi bagi tubuh. Hal tersebut menyebabkan seseorang yang sering mengonsumsi kalori dalam minuman manis melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh tubuhnya, akan berisiko memiliki kadar trigliserida tinggi.

"Semakin tinggi kadar trigliserida, maka risiko terkena penyakit jantung dan sindrom metabolik yang juga berhubungan dengan stroke akan semakin tinggi. Tak hanya mendongkrak naik kadar trigliserida saja, makanan yang mengandung gula yang tinggi juga dapat memicu peningkatan kadar LDL serta menurunkan HDL (kolesterol baik)," jelas dr Adeline kepada detikHealth baru-baru ini.

Lebih lanjut dr Adeline menjelaskan kolesterol seringkali dikaitkan sebagai material jahat penyebab munculnya berbagai macam penyakit di dalam tubuh. Walaupun sebenarnya dalam kondisi normal, zat yang diproduksi oleh hati ini berguna untuk membangun membran sel, hormon, vitamin D, serta berfungsi mencerna lemak.

"Zat ini menjadi jahat ketika gaya hidup kita menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak kolesterol, misalnya dengan mengonsumsi berbagai makanan penyebab kolesterol tinggi," ucapnya.

Karenanya, lanjut dr Adeline, selain mengurangi makanan berlemak, juga hindari minuman seperti minuman bersoda dan es krim, termasuk minuman manis. Mengubah pola makan yang dikombinasikan dengan olahraga adalah cara paling aman untuk menurunkan kolesterol.

Olahraga dapat meningkatkan jumlah dan ukuran partikel yang membawa kolesterol ke seluruh tubuh. Mereka yang berolahraga dinilai lebih banyak memiliki partikel yang lebih besar dan 'lebih empuk yang cenderung menyumbat arteri.

Selain itu, dengan pola makan sehat yang disertai tinggi serat juga dapat membantu menurunkan kolesterol jahat. Selain konsumsi tinggi serat, menjaga tubuh dari kolesterol jahat juga dapat dibantu dengan mengonsumsi Nutrive Benecol secara rutin 2 kali sehari segera setelah makan.

Nutrive Benecol mengandung Plant Stanol Ester (PSE) yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Kandungan 1 gram Plant Stanol Ester yang terdapat di dalam sebotol Nutrive Benecol setara dengan 3 gram beta glucan yang terdapat dalam 3 mangkuk oat.



Simak Video "Memasuki Usia 20-an, Seberapa Sering Harus Cek Kolesterol?"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)