Selasa, 17 Mar 2020 18:47 WIB

Tidak Hanya Corona, Indonesia Juga Harus Waspada Demam Berdarah

Content Promotion - detikHealth
demam berdarah-Aedes aegypti Foto: shutterstock
Jakarta -

Indonesia kini tengah dilanda wabah Corona yang membuat perhatian publik terpusat pada pandemi ini. Namun jangan lupa Indonesia juga dihadapkan dengan penyakit demam berdarah.

Sebenarnya apa itu DBD? Dilansir dari laman resmi WHO, DBD adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang telah menyebar dengan cepat di dunia. Virus ini ditularkan oleh nyamuk betina terutama dari spesies Aedes aegypti dan pada tingkat lebih rendah, Ae. Albopictus.

Sama seperti Corona, DBD juga memiliki gejala flu dan demam. Demam berdarah apabila didiamkan, maka bukan tidak mungkin akan mengakibatkan komplikasi, seperti pendarahan hebat, kerusakan organ atau bahkan kebocoran plasma. Apabila DBD sudah sangat parah, penyakit ini memiliki resiko kematian yang sangat tinggi.

Adapun dilansir dari laman resmi Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, untuk mencegah penyebaran DBD masyarakat diimbau untuk melakukan aktivitas 3M Plus. Apakah itu 3M Plus? Yang pertama adalah menguras, kegiatan ini dilakukan dengan cara menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, tong air, drum, dan tempat penampungan air lainnya. Selain itu, tempat-tempat tersebut juga harus dibersihkan secara rutin untuk menghilangkan jentik-jentik nyamuk yang menempel di dinding-dingin penampungan air tersebut.

Kedua adalah menutup kembali rapat-rapat tempat penampungan air untuk menghindari nyamuk bertelur kembali di tempat yang sama. Menutup juga berarti mengubur barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai agar tidak berpotensi menjadi sarang nyamuk. Kemudian mendaur ulang barang-barang bekas yang bernilai ekonomis bisa menjadi cara berikutnya untuk menghindari nyamuk berkembang biak.

Adapun cara lainnya untuk mencegah DBD adalah menjaga diri dari gigitan nyamuk dengan menggunakan krim anti nyamuk. Ini merupakan cara aman berikutnya untuk menghindari gigitan nyamuk yang membawa penyakit demam berdarah. Salah satu krim yang bisa menjadi rekomendasi adalah Bebe Roosie Bugs Repellent yang merupakan krim anti nyamuk dan serangga sebagai solusi untuk membantu bayi, anak, maupun dewasa agar terhindar dari gigitan nyamuk atau serangga secara alami.

Tidak Hanya Corona, Indonesia Juga Harus Waspada Demam BerdarahFoto: dok.Bebe Roosie

Bebe Roosie Bugs Repellent terbuat dari minyak esensial alami alami yaitu Lavender dan Citronella yang sudah diuji secara klinis dan diakui efektif untuk mengusir nyamuk atau serangga. Produk ini juga aman digunakan oleh bayi karena tidak mengandung DEET dan petroleum sehingga tidak akan menimbulkan iritasi.

Tidak Hanya Corona, Indonesia Juga Harus Waspada Demam BerdarahFoto: dok Bebe Roosie

Dengan adanya kandungan aloe vera, Bebe Roosie Bugs Repellent dapat membantu mengurangi rasa gatal dan memudarkan bekas gigitan serangga. Bebe Roosie Bugs Repellent sudah tersedia di berbagai babyshop, swalayan, apotek dan e-commerce seperti Mothercare, Century, The Foodhall, Farmers Market, Shopee, Tokopedia, JDID, dan Lazada.

Untuk informasi lebih lanjut bisa dilihat di website resmi www.beberoosie.com atau lihat juga di media sosial instagram @bebe_roosie dan Facebook https://www.facebook.com/Beberoosie/



Simak Video "Sering Salah Diagnosis, Apa Bedanya Gejala DBD dan Tifus?"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)