Rabu, 18 Mar 2020 07:03 WIB

Pengalaman 'Tes Corona' di RSPI Sulianti Saroso Tanpa Riwayat Kontak Positif

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
tes corona RSPI Sulianti Saroso Nomor antrean saat tes corona di RSPI Sulianti Saroso (Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth)
Topik Hangat Serba-serbi Tes Corona
Jakarta -

Tes corona tidak hanya dilakukan oleh mereka yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif, seperti para jurnalis yang meliput Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Orang-orang yang baru pulang dari luar negeri juga merasa punya risiko sehingga ramai-ramai memeriksakan diri.

Saya termasuk yang tidak ada riwayat kontak dengan pasien positif secara langsung. Tapi karena beberapa kali saya meliput perkembangan virus corona COVID-19 di RSPI Sulianti Saroso, maka saya merasa perlu untuk mengetahui kondisi kesehatan. Terlebih, beberapa hari belakangan saya demam tinggi.

Untuk 'tes corona', saya mendatangi Pos Pemantauan 24 Jam RSPI Sulianti Saroso di Sunter, Jakarta Utara. Seperti yang lain, saya langsung diminta mengambil nomor antrean.

Apa yang tidak kontak dengan pasien positif juga mengisi form screening dan tes corona?

Form screening yang diberikan di pos pemantauan yang ada di RSPI Suliani Saroso hanya diisi bagi mereka yang pernah ada kontak langsung dengan Orang dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), atau pasien positif virus corona. Ini berlaku jika mereka ada bepergian ke luar negeri dan melakukan kontak langsung dengan pasien positif.

Untuk mereka yang hanya menunjukkan gejala saja, disarankan langsung ke Medical Check Up (MCU) tanpa harus mengisi form screening.

"Kalau memang hanya ada gejala tanpa ada kontak atau bepergian memang disarankan untuk MCU aja. Karena nanti dari hasil rontgen dan darah juga terlihat," ujar salah satu petugas saat saya sedang menjalani rangkaian pemeriksaan.

Setelah diarahkan ke MCU, berikut serangkaian pemeriksaan untuk pasien non-ODP.

1. Mendaftarkan diri untuk MCU

Sebelum ke MCU, saya diarahkan untuk mendaftarkan diri dulu sebagai pasien di loket pendaftarkan. Cukup dengan memberikan nomor telepon dan menunjukkan Kartu Tanda Pengenal (KTP). Setelah selesai, saya diberikan nomor pasien dan diarahkan langsung ke ruangan MCU.

2. Antre sambil menyerahkan beberapa lembar barcode ke petugas MCU

Di sini para pasien yang ingin melakukan MCU diarahkan untuk menyerahkan lembaran barcode yang diperlukan sebagai tanda pengenal hasil tes. Di ruang MCU kondisinya sangat padat, ada yang akan menjalani tes fisik hingga menunggu bukti pembayaran.

3. Tes Radiologi

Setelah memberikan barcode, saya langsung diarahkan ke bagian radiologi terlebih dulu untuk melakukan rontgen. Saya menyerahkan lembaran form yang diberikan saat di ruang MCU yang berwarna hijau ke loket radiologi.

Setelah masuk ke ruang radiologi, saya diminta untuk mengganti baju agar bisa melakukan rontgen. Setelah dinyatakan selesai, saya diarahkan ke laboratorium untuk cek darah.

4. Laboratorium

Di laboratorium, saya memberikan form lembar putih ke loket agar nama saya terdaftar. Setelah itu, saya masuk ke dalam untuk diambil sampel darahnya oleh petugas.

5. Melakukan cek kesehatan fisik

Saat cek kesehatan fisik, tensi darah dan panas tubuh saya dicek. Selain itu, tinggi dan berat tubuh juga diukur. Petugas mengatakan jumlah yang datang saat ini sangat melonjak lebih dari yang biasanya.

"Biasanya mah yang dateng satu-satu. Tapi, ini langsung diserang begitu aja," ujarnya sambil sedikit tertawa.

Kwitansi pembayaran.Kwitansi pembayaran. Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth

6. Pemeriksaan oleh dokter umum

Pemeriksaan yang terakhir oleh dokter umum. Saya dicek dari suhu tubuh lagi, keluhan yang dirasakan, hingga pernapasan. Setelah diperiksa, saya tetap dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri. Isolasi yang dimaksud dokter tersebut agar saya istirahat total tidak bepergian dulu sampai tidak ada demam lagi.

7. Pengambilan bill dan pembayaran

Ketika saya sudah melaksanakan serangkaian pemeriksaan tersebut, saya diarahkan untuk mengambil bukti dan melakukan pembayaran. Tentu serangkaian pemeriksaan tadi ada biayanya. Tapi, karena gejala yang saya alami tidak parah, dokter hanya menganjurkan banyak minum air putih, vitamin untuk menambah daya tahan tubuh, serta tentunya istirahat dengan bekerja secara Work From Home (WFH). Ia khawatir jika imun saya belum kuat, risiko terinfeksi akan besar.

Biayanya berapa sih?

  1. Pemeriksaan dokter umum Rp 50 ribu
  2. Karcis rawat jalan/poliklinik Rp 30 ribu
  3. Laboratorium (pemeriksaan darah) Rp 72 ribu
  4. Radiologi (Rontgen) Rp 123 ribu

Total biaya secara keseluruhan yaitu Rp 275 ribu.



Simak Video "Jangan Terkecoh! Lembaga Eijkman Bukan Tempat Tes Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)
Topik Hangat Serba-serbi Tes Corona