Rabu, 18 Mar 2020 15:41 WIB

Ilmuwan Australia Petakan Respons Kekebalan Tubuh Melawan Virus Corona

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ilustrasi virus Corona Ilustrasi virus corona. (Foto: Foto: Dok. NIAID (National Institute of Allergy and Infectious Diseases)
Jakarta -

Hingga kini virus corona COVID-19 masih dipelajari oleh para ilmuwan di dunia. Baru-baru ini pada hari Selasa (17/3) kemarin, peneliti dari Australia mengatakan bahwa mereka menemukan bagaimana sistem kekebalan tubuh merespons virus ini.

Mengutip dari New York Post, pemetaan respons sistem kekebalan tubuh itu didapatkan dari hasil penelitian darah seorang wanita berusia sekitar 40 tahun. Diketahui wanita tersebut merupakan salah satu warga negara Australia yang dievakuasi dari Wuhan, China.

Temuan ini diklaim dapat membantu para ilmuwan dalam memahami mengapa beberapa pasien bisa pulih dari virus corona, sementara yang lain justru bertambah parah.

"Orang-orang dapat menggunakan metode kami untuk memahami respons kekebalan tubuh dalam menghadapi COVID-19," kata Katherine Kedzierska, profesor mikrobiologi dan imunologi di University of Melbourne.

"Serta memahami apa yang kurang dari sistem imun itu sehingga beberapa dari mereka justru berujung semakin parah," lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Australia, Greg Hunt juga mengatakan bahwa penelitian ini dapat berguna dalam pencarian vaksin virus corona.

"Penelitian ini dapat mengidentifikasi kandidat mana yang paling mungkin berhasil dalam pembuatan vaksin," jelas Greg.

"Ini juga menjadi cara efektif untuk mengetahui bagaimana melakukan penanganan yang tepat dalam mengobati pasien virus corona," tuturnya.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)