Rabu, 18 Mar 2020 17:43 WIB

Suhu Tubuh Normal pada Manusia dan Jenis Termometer

Niken Widya Yunita - detikHealth
Pengujung Grand Pramuka Square Mall menjalani pengecekan suhu tubuh, Senin (16/3/2020). Suhu Tubuh Normal pada Manusia dan Jenis Termometer. Foto: Imam Kurniawan
Jakarta -

Sebelum masuk ke suatu tempat, kita harus diperiksa suhu tubuhnya menyusul pandemi virus corona. Jika suhu tubuh kita normal, maka akan diperbolehkan masuk.

Lalu berapa sih suhu tubuh normal pada manusia? Suhu tubuh normal manusia berada pada kisaran 36,5 - 37,2 derajat Celcius. Untuk bayi dan anak-anak, berkisar antara 36,6 sampai 38 derajat Celsius.

Suhu tinggi dapat mengakibatkan indikasi demam. Biasanya suhu 38 derajat Celcius atau di atas 38 derajat Celsius, sudah dianggap demam.

Kemudian, alat mengukur suhu tubuh salah satunya dengan termometer.

Berikut jenis-jenis termometer dilansir dari mayoclinic:


1. Termometer Digital

Termometer digital biasa menggunakan sensor panas elektronik untuk merekam suhu tubuh. Termometer ini dapat digunakan di anus, mulut, atau ketiak.

Suhu ketiak biasanya paling tidak akurat. Suhu di anus menghasilkan suhu tubuh yang terbaik untuk bayi, terutama mereka yang berusia 3 bulan serta anak-anak hingga usia 3. Untuk anak-anak dan orang dewasa, pembacaan lewat anus biasanya akurat.

Kebanyakan termometer digital dapat merekam suhu dari mulut, ketiak, atau dubur. Seringkali hasilnya dalam satu menit atau kurang.
Termometer digital cocok untuk bayi baru lahir, bayi, anak-anak dan orang dewasa.

Kelemahan alat ini orang tua akan tidak nyaman mengukur suhu anak secara rektal atau anus.

Jika melalui mulut, kamu perlu menunggu 15 menit setelah makan atau minum untuk mengukur suhu mulut. Jika tidak, suhu makanan atau minuman kamu dapat memengaruhi pembacaan termometer. Selain itu, sulit bagi anak-anak atau siapa saja yang bernafas melalui mulut untuk menutup mulut mereka cukup lama untuk mendapatkan pembacaan oral yang akurat.


2. Termometer Telinga Digital

Termometer telinga digital menggunakan sinar inframerah untuk mengukur suhu di dalam saluran telinga. Alat ini ketika diposisikan dengan benar, memberi hasil cepat dan umumnya nyaman untuk anak-anak dan orang dewasa.

Termometer telinga digital sesuai untuk bayi yang berusia di atas 6 bulan, anak-anak, dan orang dewasa. Namun termometer telinga digital tidak disarankan untuk bayi baru lahir. Kotoran telinga atau saluran telinga kecil yang melengkung dapat mengganggu akurasi suhu yang diambil dengan termometer telinga digital.

3. Termometer Dot Digital

Jika anakmu menggunakan dot, mungkin ingin mencoba termometer digital dot. Anak kamu hanya mengisap dot sampai suhunya dicatat. Bahkan anak mungkin bahkan tidak menyadari bahwa kamu sedang mengukur suhu tubuhnya.

Namun termometer dot digital tidak disarankan untuk bayi baru lahir. Bahkan penelitian terbaru tidak mendukung keakuratan pembacaan suhu dari termometer dot.

4. Termometer Dahi

Termometer arteri temporal sering disebut sebagai termometer dahi. Alat ini menggunakan pemindai inframerah untuk mengukur suhu arteri temporal di dahi.

Termometer dahi dapat merekam suhu seseorang dengan cepat dan mudah ditoleransi. Termometer ini cocok untuk bayi yang berusia lebih dari 3 bulan dan anak-anak, serta akurat untuk bayi yang baru lahir.

5. Termometer Air Raksa

Termometer air raksa tidak lagi direkomendasikan untuk mengukur suhu tubuh karena dapat rusak dan memungkinkan raksa yang beracun, untuk lepas. Jika kamu memiliki termometer air raksa, jangan membuangnya di tempat sampah. Hubungi tempat pengumpulan sampah limbah berbahaya di daerah kamu.



Simak Video "Tips Aman Berkegiatan Sehari-hari Agar Bebas Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/erd)