Kamis, 19 Mar 2020 04:57 WIB

Pakar Ingatkan Virus-virus yang Harus Diwaspadai Selain Corona

Arbi Anugrah - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Ilustrasi penyakit infeksi (Foto: Getty Images)
Purwokerto -

Penanganan dan pencegahan virus Corona terus dilakukan pemerintah. Namun masyarakat juga tidak boleh lengah dengan penyakit lain yang disebabkan oleh virus, selain virus Corona.

Hal tersebut disampaikan Praktisi kesehatan Kolonel (CDM) Dr. dr. Putu Wasi Nugroho, Sp.B.(Onk), M.A.R.S. saat diskusi menyikapi fenomena penyebaran virus korona di Indonesia dan Wilayah Banyumas, di Ramiro Cafe Purwokerto, Rabu (18/3/2020).

"Corona sama dengan virus-virus yang lain. Hanya saja, virus-virus yang lain ini bermetamorfosis lebih banyak karena corona itu sebetulnya hanya satu, kalau (virus) flu itu banyak sekali metamorfosisnya, tipe A, tipe B, tipe C, dan sebagainya," kata Putu.

Foto: infografis detikHealth

Menurut dia, virus Corona bukan satu satunya penyakit yang harus diwaspadai saat ini. Masih banyak penyakit lain yang harus diwaspadai dan disebabkan oleh virus serta menimbulkan kematian.

Diantaranya yakni demam berdarah dengue akibat lingkungan sekitar yang kurang bersih. Dimana jentik nyamuk berkembang biak dan ketika tergigit akan mudah sekali menular ketubuh seperti virus Corona.

"Sama seperti virus corona, penularan demam berdarah dengue akan mudah sekali terjadi saat sistem imun tubuh kita sedang menurun," ucapnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, selama bulan Januari hingga awal Maret 2020 tercatat sebanyak 16.099 kasus demam berdarah dengue di seluruh Indonesia dengan korban meninggal dunia sebanyak 100 orang.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tren 'Coronacuts', Potong Rambut Sendiri Selama Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]