Kamis, 19 Mar 2020 11:12 WIB

Ini Pilihan Jenis Karbohidrat Tepat untuk Penyandang Diabetes

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Karbohidrat saat berdiet Foto: thinkstock
Jakarta -

Penyandang diabetes disarankan untuk memilih karbohidrat yang rendah indeks glikemik. Penelitian juga menunjukkan bahwa diet ini mampu mengontrol kadar gula darah dan trigliserida.

Penelitian yang dilakukan oleh Bispebjerg Hospital, Aarhus University, dan the University of Copenhagen memberikan hasil bahwa pola makan dengan tinggi serat dan rendah indeks glikemik cocok bagi penyandang diabetes tipe 2 dikutip dari Healthline.

Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita mengatakan tidak hanya penyandang diabetes, diet rendah karbohidrat juga populer dilakukan oleh banyak orang. Diet ini juga dilakukan dalam rangka menurunkan berat badan, mengontrol kadar gula dalam darah, dan untuk mengurangi asupan karbohidrat.

"Namun khususnya untuk penyandang diabetes, sebaiknya membiasakan diri mengonsumsi karbohidrat kompleks, bukan karbohidrat sederhana. Karena karbohidrat kompleks lebih lama diubah menjadi glukosa. Sehingga, mencegah kenaikan gula darah dalam tubuh secara cepat sebab karbohidrat tersebut lebih lama dicerna dalam tubuh, mengonsumsi karbohidrat kompleks akan memberikan rasa kenyang lebih lama. Sehingga, godaan untuk mengunyah makanan lain akan lebih minim," jelas dr Adeline kepada detikHealth, Kamis (19/3/2020).

Lebih lanjut dr Adeline menjelaskan manfaat lain karbohidrat komplek adalah mengandung serat lebih tinggi, jika dibanding karbohidrat sederhana. Serat tentu menjadikan tubuh lebih sehat.

Diet karbohidrat ini juga serupa dengan diet keto yang kerap populer bahkan di kalangan artis. Menurut dr Adeline, sampai saat ini diet keto masih menjadi perdebatan, beberapa penelitian menyatakan bahwa diet ini baik untuk dijalani, namun sebagian lainnya menemukan jika banyak efek samping yang timbul.

"Sebenarnya, diet keto untuk diabetes ini cukup berisiko jika dilakukan tanpa pantauan ahli gizi. Diet ketogenik memaksa tubuh untuk dengan cepat menggantikan sumber energi yang harusnya didapatkan dari karbohidrat menjadi lemak. Memang, cadangan lemak akan berkurang dan kemudian berat badan juga akan menurun. Namun di balik proses berubahnya lemak menjadi energi, tubuh menghasilkan zat lain yang disebut dengan keton," beber dr Adeline.

Adapun keton, lanjut dr Adeline, merupakan asam yang dihasilkan jika energi tak berasal dari gula (karbohidrat). Terlalu banyak zat keton di dalam tubuh justru akan menimbulkan gangguan fungsi tubuh lainnya, khususnya pada penyandang diabetes memiliki risiko tinggi terhadap komplikasi ketoasidosis.

Selain menerapkan pemilihan karbohidrat, penyandang diabetes juga disarankan untuk rutin berolahraga. Karena manfaat penting olahraga untuk penyandang diabetes adalah membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga gula darah tetap terkendali.

Lamanya waktu aktivitas fisik yang dianjurkan untuk orang sehat usia 18-64 tahun menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah 150 menit per minggu. Sementara pasien diabetes bisa menggunakan panduan tersebut dalam membuat rencana olahraga, misalnya 3 kali seminggu dengan durasi 50 menit per hari atau 5 kali seminggu dengan durasi 30 menit per hari.

"Untuk mengawali latihan, sebaiknya mulai olahraga dalam 10 menit per sesi. Secara bertahap, pasien bisa meningkatkan lamanya waktu olahraga per sesi sebesar 30 menit. Ini akan membantu Anda menyesuaikan kondisi tubuh dengan olahraga yang dilakukan," ujar dr Adeline.

Namun, dr Adeline mengingatkan pentingnya selalu mengecek gula darah, sebelum dan sesudah melakukan olahraga. Kemudian, lakukan latihan pemanasan dan pendinginan selama lima menit. Siapkan air minum supaya tubuh tetap terhidrasi, konsumsi obat yang diresepkan dokter, dan jangan lupa untuk selalu menyediakan makanan cemilan sesuai rekomendasi dokter.

"Sebaiknya, ajak orang terdekat untuk membantu Anda memantau waktu olahraga, waktu istirahat, dan keselamatan Anda selama berolahraga juga selalu memperhatikan pola makan yang sehat," ujarnya.

Selain itu, untuk menjaga kadar gula darah konsumsi pula Diabetasol dua kali sehari sebagai meal replacement (makanan pengganti) dengan nutrisi lengkap. Setiap porsinya pun mampu mencukupi kebutuhan kalori 260 kkal, tinggi serat, rendah indeks glikemik, serta memiliki kandungan vitamin dan mineral terukur yang memang juga diperlukan oleh penyandang diabetes.



Simak Video "Penyandang Diabetes Tetap Aman Pergi ke RS saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)